Lift Jembatan Sultanah Latifah capai Rekor Muri

Siak (Outsiders) – Lift Outdor di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) akan dapat rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) Kamis,16 May 2024 mendatang, sebagai lift outdor pertama yang menempel di tiang jembatan yang bengkok.

Rekor tersebut nantinya akan berlangsung di Taman Sultanah yang berada tepat di bawah jembatan, sekaligus jalan masuk menuju lift.
Bupati Siak Alfedri mengatakan, penganugrahan rekor MURI tersebut nantinya akan dihadiri oleh kementrian PUPR, dan MURI.

Bacaan Lainnya
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak. Foto: Outsiders
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak. Foto: Outsiders

“Kita pertama dan satu – satunya di Indonesia yang punya lift outdor di kaki jembatan yang bengkok, di puncak menara juga ada cafe dengan sejumlah fasilitas seperti teropong kursi dan meja, ini yang membedakan dengan lift outdor dari daerah lain”, ucapnya Rabu (08/5/24).

Kata Alfedri, keunikan lift ini juga memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan, selain menyuguhkan pemandangan kota Siak yang hijau, lift yang menuju ke puncak menara di ketinggian 70 meter juga memacu adrenalin penggunanya, sehingga ada batasan tinggi badan bagi pengunjung yang membawa anak – anak.

“Demi keamanan, yang diperkenankan bagi anak – anak hanya yang sudah memiliki tinggi badan 120 cm saja dan wajib dalam pengawasan orangtua, dibawah itu kita sarankan tidak boleh naik”, ujarnya lagi.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba destinasi wisata ini, pengunjung diwajibkan membeli tiket sebesar 30 ribu bagi wisatawan lokal dewasa, untuk anak – anak 20 ribu. Sementara bagi wisatawan mancanegara dikenakan tarif 75 ribu.

Bagi wisatawan yang menaiki lift outdor ini, pemkab juga sudah menyiapkan pengamanan paripurna termasuk asuransi bagi pengunjung.

Lanjut Alfedri, untuk mewujudkan Siak menjadi tujuan wisatawan di Sumatra, saat ini Siak terus membangun banyak destinasi, dengan konsep kota kembar. Sejumlah destinasi baru juga sudah dibangun, seperti di kecamatan mempura ada Tangsi Belanda, Jembatan Kaca atau Skywalk, Rumah Datuk Pesisir, dan Taman Burung Jauhari.

Sementara untuk di Kecamatan Siak ada Istana Peninggalan Kesultanan Siak, Klenteng Hok Siu Kong, Waterfron City, Taman Sultanah, dan Lift Outdor Jembatan TASL, dan Taman Penangkaran Rusa.

Dengan rekor muri yang akan didapatkan dan sejumlah destinasi yang dibangun, Alfedri berharap bisa menaikkan jumlah pengunjung yang datang ke Siak. (Inf)

Pos terkait