Kuala Lumpur (Outsiders) – Pemerintah Malaysia mendesak pembukaan kembali gerbang Masjid Al-Aqsa secara segera menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, menyusul pembatasan akses ibadah oleh otoritas Israel.
Dilaporkan Bernama, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa penutupan akses ke Masjid Al-Aqsa oleh pasukan Israel telah menghalangi umat Muslim menjalankan ibadah, khususnya di akhir Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Ia menilai tindakan tersebut tidak memiliki dasar hukum maupun moral, serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Menurutnya, penutupan yang terus berlangsung mencerminkan impunitas yang semakin menguat.
Anwar juga menyerukan kepada negara-negara yang memiliki pengaruh agar tidak hanya mengeluarkan pernyataan, tetapi mengambil langkah nyata untuk memastikan akses ke situs suci tersebut kembali dibuka.
Selain itu, ia menyampaikan solidaritas Malaysia kepada warga Palestina yang merayakan Idulfitri di tengah pembatasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Malaysia akan terus bersuara dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.





