Bangkok (Outsiders) – Thailand akan menaikkan tarif biaya pelayanan penumpang internasional atau passenger service charge (PSC) lebih dari 50 persen mulai 20 Juni 2026 di enam bandara utama negara tersebut. Kebijakan itu diperkirakan berdampak pada kenaikan harga tiket penerbangan internasional menuju Thailand.
Dilaporkan Bangkok Post, Operator bandara Airports of Thailand (AOT) menetapkan tarif PSC internasional naik dari 730 baht menjadi 1.120 baht per penumpang. Kenaikan berlaku di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Phuket, Hat Yai, Chiang Mai, dan Chiang Rai. Sementara tarif untuk penerbangan domestik tetap 130 baht.
Presiden AOT Paweena Jariyathitipong mengatakan kenaikan tersebut telah disetujui Dewan Penerbangan Sipil Thailand sejak Desember 2025. Tambahan pendapatan dari PSC akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan peningkatan layanan bandara.
AOT memperkirakan kenaikan tarif tersebut dapat menghasilkan tambahan pendapatan hingga sekitar 13 miliar baht pada tahun fiskal 2027. Dana itu di antaranya akan dialokasikan untuk pembangunan terminal baru di Bandara Suvarnabhumi dan penguatan sistem operasional bandara.
Meski tarif naik signifikan, AOT menilai kebijakan itu tidak akan terlalu memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Thailand karena biaya PSC hanya menjadi bagian kecil dari total ongkos perjalanan.
Namun sejumlah analis memperkirakan kenaikan PSC dapat mendorong harga tiket penerbangan internasional ke Thailand naik sekitar 7 hingga 10 persen, terutama untuk rute-rute wisata populer.
Kebijakan tersebut juga memicu perhatian wisatawan di media sosial dan forum perjalanan. Sejumlah pengguna Reddit mempertanyakan apakah biaya tambahan itu akan langsung dibebankan ke harga tiket pesawat.





