Pekanbaru (Outsiders) – Museum Sang Nila Utama milik Pemerintah Provinsi Riau resmi ditetapkan sebagai Museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan fasilitas dan layanan museum ke depan.
Penetapan Museum Tipe B tertuang dalam Sertifikat Penetapan bernomor 1529/L3/DV.02.05/2025 yang ditandatangani Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Status tersebut diperoleh berdasarkan hasil Evaluasi Museum Tahun 2025.
Berdasarkan evaluasi tersebut, UPT Museum Sang Nila Utama bersama Taman Budaya dinyatakan memenuhi standar pengelolaan museum dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum 14.71.U.03.0012.
Kepala UPT Museum Sang Nila Utama, Tengku Leni Rahayu, mengatakan penetapan ini merupakan hasil proses pembenahan yang dilakukan secara bertahap oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.
“Setelah dilakukan penilaian standarisasi dari tim Kementerian Kebudayaan RI pada Oktober tahun lalu, Museum Sang Nila Utama berhasil ditetapkan sebagai museum Tipe B,” ujar Tengku Leni di Pekanbaru, Senin (26/01/2026).
Ia menjelaskan, penilaian standarisasi museum dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, baik dari sisi teknis maupun administratif.
“Alhamdulillah, seluruh standarisasi untuk tipe B dapat kita penuhi, mulai dari sistem pengamanan, alat pemadam kebakaran, petugas keamanan yang memiliki sertifikat, hingga pemandu museum bersertifikat,” jelasnya.
Meski demikian, pihak pengelola mengakui masih terdapat beberapa persyaratan yang belum terpenuhi untuk meningkatkan status museum menjadi Tipe A. Salah satunya adalah ketersediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Untuk standar tipe A, persyaratannya lebih tinggi. Salah satunya harus tersedia fasilitas ramah disabilitas, dan itu saat ini belum kita miliki,” katanya.
Selain fasilitas, kelayakan dan ketersediaan ruang bangunan juga menjadi faktor penentu dalam peningkatan status museum. Menurutnya, pembangunan gedung baru akan sangat mendukung pemenuhan standar Museum Tipe A.
“Kalau nanti ada gedung baru, ruang-ruangan yang dipersyaratkan bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan tipe museum juga berdampak langsung terhadap dukungan anggaran dari pemerintah pusat, khususnya melalui Dana Alokasi Khusus.
“Ketika tipe museum meningkat, bantuan DAK yang diterima juga akan bertambah,” pungkasnya.






