Aku diantara satu juta itu

Selasa (26/01/2021), Siaran televisi memberitakan bahwa hari ini jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sudah tembus satu juta jiwa. Aku sedikit terenyuh karena dari satu juta jiwa itu berarti sudah termasuk aku dan kedua putriku.

Bacaan Lainnya

Ditengah karut- marut penanganan pandemi ini,  menteri kesehatan yang baru memutuskan untuk kembali fokus pada testing, pelacakan dan penyediaan tempat  isolasi nyaman untuk target “bisa sembuh” yang menjadi tanggung jawab kementerian kesehatan. Tentunya kedisiplinan 4M harus menjadi kebiasaan kehidupan saat ini.

Pentingnya tracing atau pelacakan menurut sang menteri dapat mengendalikan penyebaran pandemi, karena dengan melakukan pelacakan dapat dilanjutkan  eksekusi penanganan dengan baik, tujuannya untuk mengurangi  laju penularan

Aku setuju dengan apa yang disampaikan Pak Menteri. Kondisi saat ini aku yakin Orang tanpa Gejala atau OTG, sudah menyebar dimana- mana, bahkan di rumah kita sendiri. Namun tidak ada yang tahu secara pasti bila tidak dilakukan pemeriksaan. Bahkan salah seorang pengamat dalam pemberitaan tersebut, mengusulkan untuk membuat Pertahanan Keamanan Rakyat Sementara (Hankamrata).

Tetap saja, sebagai orang yang telah terkonfirmasi positif, aku berharap banyak agar muncul satu solusi tepat untuk menghalau pandemi ini ke luar dunia dan  keadaan kembali normal seperti sediakala.

Dari ruang isolasi ini, aku hanya mampu bermunajad kepada Sang Khalik, baik untuk kesembuhan kami sekeluarga, maupun untuk terhentinya penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia. Semoga Allah menjawab doaku

Pekanbaru, 30 Januari 2020

Ruang Isolasi Bapelkes Provinsi Riau

Assyifa School

Pos terkait