Siak (Outsiders) – Menghadapi musim kemarau, Bupati Siak Alfedri mengajak dan menghimbau warga Teluk Lanus diminta buka lahan tidak dengan cara dibakar. Mengingat dataran Teluk Lanus merupakan hamparan gambut luas dan dalam yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sulit dipadamkan.
“Berdasar Perkiraan BMKG musim panas ini, akan berlangsung bulan Mei s/d Agustus. Tahun ini, penanganannya agak serius, kemarin pak Menteri Kehutanan dan Kapolri termasuk pak Gubernur hadir di Jambore Karhutla di Minas,” kata Alfedri menyampaikan kepada masyarakat kampung terluar, Teluk Lanus dalam rakor Forkopimda Siak 2025, Rabu (30/4/2025).
Tentu, instruksi dari pusat terkait Karhutla ini, di teruskan ke masyarakat. Di samping itu, Sambung Alfedri Pemkab Siak juga sudah menetapkan siaga darurat Karhutla.
“Lahan gambut sangat rentan Karhutla jika terbakar sulit untuk di padamkan. Selain itu, biaya yang di timbulkan dari upaya pemadaman Karhutla cukup besar,” sebutnya.
Untuk itu, ia minta Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Lanus selalu mengedukasi warga yang lain, serta siap siaga dan memberikan informasi secepatnya kepada kecamatan.
“Jangan coba-coba buka lahan dengan cara membakar sanksi hukumannya berat. Makanya kita dorong pemanfaatan lahan dengan Alsintan ( Alat dan Mesin Pertanian-red)) agar persawahan cepat tanam,” pintanya.
Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra di Wakil Kabag SDM Polres Siak Kompol Syafril SH MH menindak tegas bagi warga atau Korporasi yang buka lahan dengan cara di bakar saat cuaca panas ekstrim seperti sekarang.
“Kami ingatkan bapak-ibu yang berkebun, jangan buang puntung rokok sembarangan, karena ini pemicu terjadinya Karhutla. Akibat kelalaian yang kita lakukan akan berdampak luas,” sebutnya.
“Kami akan ambil tindakan tegas, penerapan undang-undang nya berlapis bapak ibu. Mulai dari UU Perkebunan, dan Kehutanan, UU pengelolaan Lingkungan Hidup dan KUHAP,” sebut Syafri. (Skm)





