Tak perlu istana megah, cukup roda yang berputar dan langit sebagai atap , di setiap lekuk jalan, tanah air menyambut sebagai rumah.
Pekanbaru (Outsiders) – Dalam beberapa tahun terakhir, tren perjalanan menggunakan campervan atau motorhome mulai mendapat tempat di kalangan para pelancong Indonesia.
Jika sebelumnya kendaraan semacam ini hanya akrab di negara-negara Barat, kini masyarakat Indonesia mulai memodifikasi mobil pribadi menjadi rumah berjalan. Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang dalam menikmati perjalanan, dari yang bersifat serba cepat menjadi lebih santai, mendalam, dan penuh pengalaman personal.
Campervan di Indonesia hadir dalam beragam rupa, mulai dari rakitan sederhana hasil modifikasi sendiri, hingga motorhome mewah buatan pabrik yang dilengkapi fasilitas sekelas kamar hotel.

Sebagian penggemar campervan hanya menambahkan tempat tidur lipat dan kompor portabel pada mobil minibus, namun ada pula yang melengkapinya dengan toilet, dapur, AC, hingga sistem panel surya untuk memenuhi kebutuhan energi selama perjalanan. Variasi ini membuktikan bahwa gaya berkemah modern dapat diakses oleh berbagai kalangan, baik yang berkantong terbatas maupun yang ingin menikmati kenyamanan maksimal di jalan.
Meningkatnya jumlah pengguna campervan di Indonesia tidak lepas dari keinginan untuk merasakan kebebasan sejati dalam menjelajahi negeri. Jalan-jalan panjang menyusuri garis pantai, lereng gunung, atau pedalaman desa menjadi lebih leluasa karena tidak terikat oleh jam check-in hotel atau ketersediaan penginapan.
Hal ini memberikan peluang bagi pelancong untuk menemukan tempat-tempat tersembunyi, berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, serta menikmati alam tanpa batas secara mandiri.

Salah satu contoh menarik dari tren ini dapat dilihat melalui kanal YouTube @kelilingindonesiasantuy (KIS), dikelola oleh sepasang pengelana asal Pekanbaru, Agiansen dan istrinya Diana, dan telah keliling Indonesia selama lima tahun belakangan bersama campervan mereka, “Stone”.
Lewat video-videonya, dengan menggunakan campervan hasil modifikasi dari Wuling Confero, Agian membagikan kesehariannya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Dari Sumatera hingga ke pulau-pulau lain, Agian menyajikan potret perjalanan jujur, ringan, dan penuh kedekatan dengan kehidupan lokal.

Agian beranggapan Campervan bukan sekedar kendaraan yang membawa mereka berkeliling Indonesia, tetapi memiliki fungsi utama sebagai rumah tempat tinggal.
Apa yang membuat perjalanan KIS istimewa bukan hanya kendaraan yang digunakannya, tetapi pendekatan yang ia bangun dalam menikmati tiap sudut negeri. Mereka tidak terburu-buru mengejar destinasi wisata populer, melainkan memilih berhenti di tempat-tempat yang jarang dilirik orang.
Pasangan ini bertemu penduduk desa, mencicipi makanan rumahan, dan mengabadikan momen-momen kecil yang sering kali luput dari perhatian wisatawan biasa. Perjalanan campervan ini seakan menjadi perwujudan dari filosofi bahwa jalan adalah rumah, dan rumah bisa berpindah ke mana saja asal hati terbuka untuk menerima pengalaman baru.
Kanal ini tidak hanya menyuguhkan dokumentasi perjalanan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para penonton yang ingin mencoba gaya hidup vanlife. Ia membagikan tips praktis tentang bagaimana merakit campervan, cara mengelola kebutuhan sehari-hari di jalan, hingga bagaimana menghadapi tantangan seperti medan berat, cuaca ekstrem, atau keterbatasan sinyal komunikasi.

Dengan narasi yang hangat dan pendekatan yang membumi, kanal KIS menjadi contoh nyata bahwa impian menjelajah negeri dengan campervan bukan hal yang mustahil, bahkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
Perjalanan dengan campervan di Indonesia bukan sekadar tren, melainkan sebuah gerakan kecil yang menyuarakan kebebasan, keberlanjutan, dan keakraban dengan alam serta sesama. Aguan menawarkan cara baru dalam melihat Indonesia, lebih perlahan, lebih dalam, dan lebih manusiawi.
Dari aspal yang panjang hingga perbukitan sunyi, dari pelabuhan kecil hingga hamparan sawah luas, campervan membawa kita menyatu dengan ruang dan waktu yang selama ini mungkin hanya kita lewati tanpa benar-benar mengenalnya. Melalui kisah para pelancong seperti KIS, kita diajak untuk percaya bahwa jalan terbuka bagi siapa saja yang berani bermimpi dan bergerak.
Untuk memperoleh informasi perjalanan mereka, silahkan kunjungi langsung kanal youtube mereka di https://www.youtube.com/@kelilingindonesiasantuy





