Hadapi Mudik Lebaran 2026, Pemkab Siak Siapkan 10 Posko Pengamanan

Wakil Bupati Siak Syamsurizal memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah untuk membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Siak (Outsiders)– Pemerintah Kabupaten Siak mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, para camat serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait guna memastikan kesiapan daerah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Bacaan Lainnya

Syamsurizal menjelaskan rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran, termasuk pengendalian inflasi serta stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, meskipun Kabupaten Siak bukan daerah tujuan utama mudik, potensi peningkatan pergerakan masyarakat tetap perlu diantisipasi secara serius.

“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 50 persen masyarakat secara nasional diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Walaupun tidak sebesar di kota besar, kita tetap harus melakukan persiapan yang matang,” ujar Syamsurizal.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda meminta seluruh OPD memperkuat koordinasi guna mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Siak.

Dinas Perhubungan diminta berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat dan perusahaan pelayaran untuk memastikan kesiapan armada transportasi penumpang, khususnya di Pelabuhan Mengkapan Buton serta sejumlah terminal yang ada di daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendirikan posko pengamanan arus mudik di sejumlah titik strategis yang melibatkan berbagai unsur pengamanan.

“Untuk Lebaran tahun ini direncanakan ada sekitar 10 titik posko pengamanan dengan dukungan sekitar 235 personel yang akan bertugas selama masa mudik dan arus balik,” jelasnya.

Personel yang terlibat berasal dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri, PMI serta tim medis guna memastikan pelayanan dan keamanan masyarakat selama perjalanan mudik.

Pada kesempatan itu, Syamsurizal juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang masih mengalami kerusakan serta minimnya lampu penerangan di beberapa titik.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera melakukan percepatan pemeliharaan jalan, terutama pada ruas utama yang sering dilalui masyarakat selama arus mudik.

“Jalan yang berlubang atau rusak tentu akan mengganggu keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintas. Kami minta segera dilakukan perbaikan. Untuk lampu jalan, para camat juga diminta membantu Dishub melakukan pemantauan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Siak Nugroho Imam Darotdjat menyampaikan kondisi inflasi daerah masih relatif terkendali berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama BPS dan Diskominfo Siak.

Secara bulanan inflasi masih tergolong rendah, namun secara tahunan dari Februari hingga Maret 2025 tercatat sekitar 3,23 persen sehingga perlu menjadi perhatian karena melampaui sasaran inflasi nasional.

Beberapa komoditas yang berpotensi memicu inflasi di antaranya daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup serta emas perhiasan.

“Stok bahan pangan secara umum masih relatif aman. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan daging ayam ras tetap perlu diwaspadai. Untuk harga sejauh ini relatif stabil dan belum terjadi fluktuasi yang signifikan,” ujarnya. (INF)

Pos terkait