Hadapi Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Riau Fokus Jaga Ketersediaan Pangan

ilustrasi (ImageFX)

Pekanbaru (Outsiders) – Pemerintah Provinsi Riau memastikan ketersediaan bahan pangan pokok berada dalam kondisi aman untuk enam bulan ke depan, termasuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemerintah daerah menilai langkah antisipasi perlu terus dilakukan seiring potensi peningkatan permintaan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, M Taufiq OH, mengatakan hasil evaluasi terakhir menunjukkan stok beras sebagai komoditas utama masih mencukupi dan berada dalam kondisi aman.

“Untuk enam bulan ke depan, insya Allah aman, terutama beras. Itu yang paling utama,” ujar Taufiq.

Meski demikian, Pemprov Riau tetap memberi perhatian terhadap sejumlah komoditas lain seperti cabai, bawang, gula, dan minyak goreng. Menurut Taufiq, komoditas tersebut lebih rentan mengalami perubahan harga karena dipengaruhi kondisi pasar dan faktor eksternal.

Ia menjelaskan, cabai menjadi komoditas yang paling rawan bergejolak karena Riau bukan daerah sentra produksi. Selama ini, pasokan cabai bergantung pada daerah lain seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jawa.

“Sejak bencana di beberapa wilayah Sumatera, pasokan cabai sempat terganggu. Dampaknya memang tidak langsung, tapi tetap terasa di Riau,” kata Taufiq.

Terganggunya pasokan tersebut sempat berdampak pada kenaikan harga cabai di tingkat pasar. Seiring membaiknya kondisi di daerah pemasok, distribusi mulai kembali berjalan normal meski waktu tempuh pengiriman yang mencapai dua hingga tiga hari masih menjadi tantangan.

“Alhamdulillah, walau makan waktu, pasokan tetap masuk dan masih cukup,” ujarnya.

Assyifa School

Pos terkait