KJRI Johor Bahru Andalkan Sistem Digital untuk Validasi WNI Bermasalah

KJRI Johor Bahru mengoptimalkan teknologi verifikasi data untuk memastikan keabsahan kewarganegaraan WNI bermasalah sebelum dipulangkan ke Indonesia.

KJRI Johor Bahru mengoptimalkan teknologi verifikasi data untuk memastikan keabsahan kewarganegaraan WNI bermasalah sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Johor Bahru (Outisders) – Dalam kegiatan verifikasi langsung di Depot Tahanan Imigresen Lenggeng, Negeri Sembilan, petugas KJRI memeriksa data 91 WNI yang telah menyelesaikan proses hukum. Pemeriksaan difokuskan pada keabsahan identitas dan status kewarganegaraan sebelum penerbitan dokumen perjalanan.

Proses verifikasi dilakukan dengan memadukan Sistem Manajemen Tahanan Depot Imigresen, Face Recognition Immigration System, serta Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Integrasi ketiga sistem tersebut memungkinkan pencocokan data biometrik, catatan imigrasi, dan administrasi kependudukan secara lebih akurat.

Melalui mekanisme ini, penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor dapat diselesaikan dalam waktu maksimal empat hari kerja. Langkah tersebut dinilai mempercepat proses deportasi sekaligus mengurangi waktu tunggu WNI di depot tahanan.

Namun, KJRI mencatat masih terdapat kendala dalam proses digitalisasi data. Dari puluhan WNI yang diverifikasi, satu orang belum dapat dipastikan status kewarganegaraannya karena tidak ditemukan kecocokan data dalam sistem yang tersedia. Kasus tersebut memerlukan penelusuran lanjutan melalui koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, KJRI Johor Bahru mencatat telah menerbitkan 1.825 Surat Perjalanan Laksana Paspor dan memfasilitasi pemulangan 1.570 WNI ke Tanah Air. Data tersebut menunjukkan peran teknologi digital semakin penting dalam mendukung perlindungan dan pemulangan WNI bermasalah di luar negeri.

Pos terkait