Siak (Outsiders) – Seorang warga Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, melaporkan perjumpaan dengan Harimau Sumatera pada Kamis malam dan laporan tersebut telah dikonfirmasi BBKSDA Riau melalui pengecekan lapangan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Zulfikar yang melaporkan perjumpaan dengan Harimau Sumatera di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (8/1/2026)). Saat itu ia tengah berjalan menyusul dua rekannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Dalam perjalanan, ia merasa seperti diawasi oleh sorot mata dari kejauhan.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menyampaikan bahwa saksi awalnya mengira sorot mata tersebut berasal dari seekor sapi yang biasa dilepas di sekitar perkebunan.
“Saksi awalnya menduga sorot mata itu milik sapi,” ujar Ujang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1).
Namun setelah mengarahkan lampu senter ke arah sorot mata tersebut, Zulfikar melihat seekor Harimau Sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya. Posisi harimau dan saksi terpisah oleh parit yang berada di antara jalan dan area kebun sawit.
Dalam kondisi panik, Zulfikar langsung menjauh dari lokasi dan mencari perlindungan hingga menemukan sebuah pondok pekerja koperasi. Ia kemudian memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan menghentikan aktivitas memancing.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau mengirim tim ke lokasi pada Jumat (9/1) untuk melakukan pengecekan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Dari hasil pengecekan, petugas menemukan jejak Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya.
“Jejak ditemukan di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur,” kata Ujang.
Ujang menegaskan, tidak benar informasi yang menyebut adanya warga diterkam harimau dalam kejadian tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi di lapangan, peristiwa yang terjadi merupakan perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera.
“Tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung. Selain itu, sapi yang dilepas juga tidak berada di area perjumpaan,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran lanjutan, tim BBKSDA Riau juga menemukan jejak harimau yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan. Berdasarkan temuan tersebut, petugas memperkirakan hanya satu ekor Harimau Sumatera yang melintas di lokasi tersebut.
Sebagai tindak lanjut, BBKSDA Riau bersama pemerintah desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas pada pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera.
BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak guna mengantisipasi potensi konflik antara satwa liar dan manusia di wilayah Sungai Apit.
“Apabila masyarakat memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan satwa liar, segera laporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” kata Ujang.





