Jakarta (Outsiders) – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah TNI Angkatan Laut III bersama tim gabungan lintas instansi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal sebanyak 122 karung dengan berat total sekitar 6,1 ton. Penindakan dilakukan di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat lalu (6/3/2026).
Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menyampaikan keberhasilan tersebut dalam konferensi pers di Markas Komando Kodaeral III, Senin (9/3/2026). Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi antara TNI AL dan sejumlah instansi terkait.
Operasi tersebut melibatkan Satintelmar Pusintelal dan Satrol Kodaeral III bersama Satgas Tri Cakti, BAIS TNI, PPNS ESDM, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Bea Cukai, KSOP Utama, serta PT Pelindo.
Menurut Uki, operasi bermula dari informasi intelijen mengenai adanya muatan mencurigakan di atas kapal KMP Sakura Express yang berlayar dari Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung, menuju Jakarta.
Unsur Satrol Kodaeral III kemudian melakukan pengawalan ketat sejak kapal memasuki alur pelayaran hingga sandar di dermaga.
Kecurigaan petugas mengarah pada satu unit truk dengan nomor polisi BN 8628 PR yang terlihat mengalami kelebihan muatan saat keluar dari ramp door kapal.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Makodaeral III, petugas menemukan 122 karung pasir timah yang disembunyikan di tengah tumpukan kardus bekas di dalam truk tersebut.
“Modus operandi yang digunakan adalah memutus jaringan operasi di atas kapal dan menyamarkan muatan. Pasir timah disusun di tengah tumpukan kardus untuk mengelabui petugas di lapangan,” jelas Uki.
Berdasarkan hasil penimbangan, total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 6,1 ton. Jika mengacu pada harga pasar ekspor London Metal Exchange yang berada di kisaran 51.019 dolar Amerika Serikat per ton, potensi kerugian negara dari upaya penyelundupan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5,2 miliar.
Uki menegaskan penindakan ini merupakan implementasi dari program prioritas pemerintah dalam menjaga tata kelola pertambangan nasional sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah maritim.
“TNI AL tidak akan memberi ruang bagi praktik ilegal di laut. Kami berkomitmen terus menjaga kedaulatan dan keamanan maritim demi keberlanjutan ekonomi bangsa,” tegasnya.
Saat ini barang bukti bersama pengemudi truk masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan utama di balik upaya penyelundupan pasir timah ilegal tersebut.





