PLBN Jagoi Babang Optimalkan Ekspor Pertanian ke Sarawak Lewat Kolaborasi CIQS

Kolaborasi lintas negara di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak terus diperkuat guna mendukung percepatan ekspor komoditas.

Bengkayang (Outsiders)Badan Nasional Pengelola Perbatasan melalui PLBN Jagoi Babang terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka mempercepat ekspor komoditas ke wilayah Sarawak.

Penguatan koordinasi dilakukan bersama unsur CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) serta Sarawak Forestry Corporation (SFC) guna memastikan kelancaran arus barang lintas batas.

Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas penyelarasan prosedur pemeriksaan, khususnya terkait komoditas ekspor agar dapat memenuhi ketentuan kedua negara tanpa menghambat distribusi.

Kepala PLBN Jagoi Babang Misdo J. Purba menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan yang terus meningkat.

“Koordinasi yang solid antarinstansi menjadi kunci dalam mempercepat proses ekspor komoditas sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya Kamis (01/05/2026) .

Selain itu, dibahas pula penguatan peran masing-masing unsur CIQS dalam mempercepat pelayanan pemeriksaan barang, termasuk aspek karantina dan keamanan.

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya aktivitas ekspor hasil pertanian melalui PLBN Jagoi Babang yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat perbatasan.

“PLBN Jagoi Babang memiliki aktivitas ekonomi yang sangat besar, terutama ekspor hasil pertanian,” kata Kepala PLBN dalam forum koordinasi tersebut.

Kerja sama dengan SFC juga menjadi bagian penting dalam memastikan komoditas yang dikirim memenuhi standar lingkungan dan ketentuan yang berlaku di Sarawak.

Melalui penguatan koordinasi ini, diharapkan proses ekspor dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan.

Selain mendukung perdagangan, sinergi lintas sektor ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola perbatasan yang terintegrasi dan berdaya saing.

Pos terkait