Dua Hari Hilang Saat Cari Kepiting, ABK KMN Rahmad Safaat Ditemukan Selamat

Anak Buah Kapal (ABK) KMN Rahmad Safaat, Cemal Taibeno, ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hilang selama dua hari saat mencari kepiting di sekitar pesisir Sungai Torasi, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Foto: Dispena AL)

Merauke (Outsiders) – Anak Buah Kapal (ABK) KMN Rahmad Safaat, Cemal Taibeno, yang hilang saat mencari kepiting di sekitar pesisir Sungai Torasi, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah dua hari pencarian.

Cemal ditemukan seorang pemburu rusa bernama Ono Sokran di sekitar wilayah Sungai Torasi, Ahad (20/9/2026). Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas dan kelelahan setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9) sore.

Laporan kehilangan Cemal diterima Personel Posal Torasi pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 17.30 WIT dari Nakhoda KMN Rahmad Safaat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Danposal Torasi Lettu Laut (KH) Ragil melaporkan kejadian kepada Kodaeral XI dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian.

Sebanyak tujuh personel Posal Torasi bersama 17 ABK kapal nelayan dibagi menjadi empat kelompok. Tim bergerak menuju lokasi terakhir korban pada Sabtu malam pukul 21.45 WIT dengan membawa dua saksi yang sebelumnya mencari kepiting bersama Cemal.

Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan kawasan pesisir Sungai Torasi. Namun, setelah sekitar tiga jam, korban belum ditemukan. Kondisi malam, medan sulit, keterbatasan peralatan, dan hujan gerimis membuat pencarian dihentikan sementara demi keselamatan personel.

Pencarian kembali dilanjutkan Minggu pagi. Setelah beberapa jam menyisir kawasan tersebut, Ono Sokran menemukan Cemal dalam kondisi selamat. Korban kemudian dievakuasi menggunakan speedboat menuju Muara Torasi dan diserahkan kepada Tim SAR Posal Torasi yang terdiri dari tiga personel dengan dukungan empat ABK kapal.

Tim medis Posal Torasi kemudian memeriksa kondisi Cemal. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban secara umum sehat, meski masih mengalami kelelahan dan lemas. Setelah mendapat penanganan awal, Cemal diantar kembali ke KMN Rahmad Safaat untuk berkumpul dengan awak kapal lainnya.

Nakhoda KMN Rahmad Safaat menyampaikan terima kasih kepada personel Posal Torasi, para nelayan, ABK kapal, dan masyarakat yang ikut melakukan pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Personel Posal Torasi dan seluruh pihak yang telah membantu mencari anggota kami. Selama dua hari kami sangat khawatir, dan kami bersyukur akhirnya Cemal ditemukan dalam keadaan selamat. Bantuan dan kepedulian semua pihak sangat berarti bagi kami dan seluruh awak kapal,” ujar Nakhoda KMN Rahmad Safaat.

Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian hingga korban ditemukan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama antara TNI AL dengan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Posal Torasi serta masyarakat dan para nelayan yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian dengan penuh kepedulian dan semangat. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, kecepatan bertindak, serta sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan,” ujar Joko.

Pos terkait