Jakarta (Outsiders) – Pelepasan bantuan dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, menggunakan pesawat pengawasan Airborne Surveillance. Bantuan yang dikirim antara lain 10.000 kaleng ikan olahan dan kebutuhan pokok lainnya, Selasa, (2/12/2025).
“Sebagaimana arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, pada hari ini kami melepas misi KKP untuk Sumatra menggunakan pesawat pengawasan,” ungkap Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono atau Ipunk selaku Komandan Satgas KKP Peduli Bencana Sumatra.
Upaya percepatan penanganan bencana di Sumatra terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui pengiriman bantuan tahap demi tahap ke wilayah paling terdampak dengan menggunakan pesawat pengawasan dan Kapal Hiu Macan 05 dan KP Hiu 12.
Selain dukungan melalui jalur udara, KKP juga mengerahkan KP Hiu Macan 05 dari Pelabuhan Bandar Deli Belawan menuju Langsa dan Lhokseumawe, Aceh, pada Senin kemarin. Kapal tersebut membawa total 12 ton logistik. Sebanyak 2 ton merupakan bantuan KKP, sedangkan 10 ton lainnya berasal dari Polda Riau. Bantuan itu terdiri dari beras, obat obatan, air mineral, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan perempuan, pakaian, dan selimut.
Untuk wilayah Sibolga di Sumatra Utara, KKP mengerahkan KP Hiu 12 dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja Banda Aceh sejak pukul 05.30 WIB pada Selasa pagi. Logistik sekitar 5 ton dikirimkan, mencakup air kemasan, ikan kaleng, mie instan, biskuit, sembako, perlengkapan bayi dan perempuan, serta obat obatan.
KKP melalui posko di Padang, Sumatra Barat, juga telah menyalurkan bantuan sebanyak 6 ton yang berisi sembako, obat obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Ipunk menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi KKP bersama instansi terkait, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di masing masing wilayah.
Satgas KKP untuk Sumatra akan terus mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan, ujarnya.





