Jayapura, Papua (Outsiders) — Di tengah geliat aktivitas pasar wisata yang ramai di kawasan perbatasan Skouw, semangat menjaga Indonesia dari ancaman narkotika tetap menyala. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw turut ambil bagian dalam razia gabungan yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua.
Razia yang digelar di depan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di momen pasar wisata, saat arus keluar masuk dari dan ke negara tetangga meningkat tajam, aparat gabungan bersinergi menjaga ketat setiap sudut batas negara. PLBN Skouw bersama Satgas Pamtas Yonif 131/BRS dan Pos Polisi Subsektor Skouw menyisir kendaraan, memeriksa barang bawaan pelintas, hingga melakukan tes urine acak kepada sejumlah warga.
Satu Kasus Terungkap, Pendekatan Humanis Dijalankan
Dari sekitar 100 orang yang diperiksa, 10 orang menjalani tes urine, dan satu di antaranya—seorang warga Indonesia yang berprofesi sebagai tukang ojek—terdeteksi positif menggunakan narkotika. Meski tanpa barang bukti, pria tersebut langsung diarahkan untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari BNNP Papua, sebagai korban penyalahgunaan narkoba.
Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan perbatasan dari bahaya narkotika.
“Kawasan perbatasan sangat strategis namun juga rentan, maka butuh pengawasan ekstra. Kami di PLBN Skouw mendukung penuh pelaksanaan razia ini, apalagi dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional,” ujar Ni Luh, Selasa (17/6/2025).
Sinergi Lintas Instansi Hadirkan Zona Aman
Tak hanya aparat keamanan, tetapi seluruh instansi yang berkegiatan di perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga integritas wilayah dan keselamatan sosial masyarakat. Meski sempat terkendala cuaca, kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
“Semangat dan sinergi para petugas menjadi bukti nyata komitmen kita semua. PLBN Skouw akan terus mendukung kegiatan serupa agar masyarakat di perbatasan semakin sadar dan aktif dalam memerangi narkoba,” lanjut Ni Luh.
Ia juga berharap, kegiatan semacam ini tak berhenti sebagai respons tahunan, tetapi menjadi rutinitas yang terjadwal, bagian dari sistem pengawasan kolektif dalam menciptakan kawasan perbatasan yang aman, bersih, dan berdaya tahan terhadap berbagai ancaman sosial.
Bukan Sekadar Gerbang Negara
Razia gabungan ini menjadi pengingat bahwa perbatasan bukan sekadar pintu keluar-masuk antarnegara, tetapi juga etalase ketahanan nasional. PLBN Skouw, dengan dukungan berbagai pihak, terus membuktikan bahwa mereka tak hanya mengelola mobilitas lintas negara, tapi juga menjaga kehidupan sosial warga di sekitarnya.
Dengan langkah preventif dan kolaboratif seperti ini, impian mewujudkan perbatasan tangguh dan bebas narkoba bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah cita-cita yang sedang diperjuangkan—dari ujung timur Indonesia, untuk seluruh negeri.






