PM Malaysia Desak Aparat Bertindak Cepat Berantas Kejahatan Keuangan

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa Malaysia harus keluar dari perangkap pendapatan menengah dengan mempercepat transformasi menuju ekonomi bernilai tinggi dan berteknologi tinggi, termasuk melalui kebijakan digital dan pembangunan kota pintar, Sabtu (24/01/2026).

Putrajaya, Malaysia (Outsiders) –  Pemerintah Malaysia memberikan tekanan kepada aparat penegak hukum untuk segera memperbaiki kinerja dan menutup celah kelemahan dalam penegakan hukum. Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan tidak akan lagi mentoleransi kelemahan yang berlarut dan merugikan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat memberikan arahan kepada kepala departemen dan pimpinan lembaga penegak hukum yang menangani kejahatan keuangan dalam sebuah acara yang diselenggarakan Pusat Nasional Anti Kejahatan Keuangan di Putrajaya.

Anwar menilai Malaysia memiliki potensi ekonomi dan sumber daya manusia yang besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal akibat masih maraknya praktik penyelundupan, perambahan, serta kegiatan ilegal lainnya. Menurutnya, kelemahan penegakan hukum menjadi salah satu penghambat utama pencapaian potensi tersebut.

Dalam arahannya, Anwar memberi waktu satu pekan kepada para pimpinan lembaga terkait untuk menyatakan kesiapan mereka bertindak tegas. Ia meminta pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan tugas karena tekanan atau tantangan berat agar menyampaikan hal tersebut kepada dirinya, menteri terkait, atau jaksa agung.

Anwar menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap agenda reformasi dan perlindungan negara, sehingga aparat negara dituntut menunjukkan integritas, akuntabilitas, dan tindakan nyata dalam menjalankan amanah.

Pos terkait