Jakarta (Outsiders) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat realisasi fisik anggaran tahun 2025 telah mencapai 79,04 persen hingga November. Capaian tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.
Syafii menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 Basarnas memperoleh pagu sebesar Rp1,49 triliun. Dari jumlah itu, dilakukan efisiensi sebesar Rp409 miliar sebagai bagian dari kebijakan nasional penghematan belanja. Melalui relaksasi yang dilakukan sepanjang tahun, pemblokiran anggaran berhasil ditekan hingga tersisa Rp9,88 miliar.
“Kami memastikan efisiensi tidak mengurangi kinerja, terutama dalam layanan pencarian dan pertolongan. Relaksasi anggaran kami arahkan pada pemeliharaan sarana prasarana, sistem komunikasi, serta teknologi informasi SAR,” ujarnya.
Basarnas mencatat hingga November 2025 telah melaksanakan 2.292 operasi pencarian dan pertolongan di seluruh Indonesia, melibatkan total 9.930 korban. Dari jumlah itu, 7.772 orang berhasil diselamatkan, 1.682 meninggal dunia, dan 476 masih dinyatakan hilang.
Kepala Basarnas menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga penyerapan anggaran agar tetap optimal dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesiapsiagaan serta kecepatan respon operasi di lapangan.
Untuk tahun 2026, Basarnas mengusulkan peningkatan anggaran sebesar Rp397,9 miliar. Penambahan tersebut akan difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan, modernisasi peralatan SAR, serta peningkatan sistem komunikasi dan teknologi informasi.
“Dengan dukungan peralatan dan sistem yang lebih modern, setiap operasi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” kata Syafii menutup paparannya.





