Pekanbaru (Outsiders) – Sejumlah fasilitas strategis di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) di Pekanbaru dipastikan degan pemeriksaan oleh rombongan besar dari Kedutaan Prancis sebagai bagian dari rangkaian persiapan kedatangan pesawat tempur Rafale pada awal 2026, Kamis (4/12/25).
Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone melaksanakan kunjungan kerja ke Lanud Rsn . Kunjungan ini bertujuan memastikan kelengkapan dan kesiapan fasilitas yang akan mendukung operasional pesawat tempur Rafale yang dijadwalkan tiba mulai Januari 2026.
Rombongan Dubes Prancis disambut Komandan Lanud Rsn Marsma TNI Abdul Haris bersama para pejabat utama TNI AU di pangkalan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai sarana penting yang akan digunakan dalam pengoperasian Rafale.
Beberapa fasilitas yang menjadi fokus peninjauan antara lain Simulator Rafale, Pilot Building Skadron Udara 12, hanggar dan shelter Skadron Udara 12. Tim juga meninjau taxiway in dan out Runway 18, Skatek 045, serta Warehouse atau GPL Lanud Rsn yang berperan dalam rantai logistik.
Selama peninjauan, Danlanud didampingi para perwira teknis memberikan paparan mendetail mengenai kesiapan infrastruktur, peningkatan sarana, dan dukungan teknis lain yang disiapkan sesuai standar yang dibutuhkan Rafale. Pemeriksaan ini menjadi langkah final untuk memastikan kesiapan pangkalan dalam menerima dan mengoperasikan salah satu jet tempur modern dunia.
“Kami memastikan seluruh fasilitas, personel, dan sistem pendukung dalam kondisi siap agar proses integrasi Rafale berlangsung aman dan lancar. Seluruh standar TNI AU kami penuhi secara optimal,” ujar Danlanud.
Rombongan pejabat Kedutaan Besar Prancis yang hadir meliputi Erwan Lintant selaku Atase Pertahanan, Benoit Quesson selaku Atase Persenjataan, Jules Irrmann selaku Konselor Kerja Sama dan Aksi Budaya, Ms Elsa Rochier selaku Konsul, dan Martin Albert selaku Sekretaris Pertama. Dari pihak Dassault Aviation juga turut hadir Arnaud Morisset, Samy Christian Paul Ajlani Gillmann dan Febien Philippe Fullenwarth.
Hadir pula pejabat Lanud Rsn antara lain Danwing Udara 3.1 Tempur Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, Kadislog Kolonel Tek Afirus Nurul Fuadi, Danskatek 045 Letkol Tek Herliansyah, Kasi Fasint Letkol Tum Ali Rahman Hakim, serta Ka GPL Letkol Kal L Togu Purba.
Kedatangan Rafale ke Indonesia merupakan bagian dari program modernisasi alutsista TNI AU, dengan Lanud Rsn menjadi salah satu pangkalan utama yang menerima kehadiran jet tempur generasi modern tersebut.





