Simak arti logo HUT ke 67 Riau, sebut kriteria pemimpin

Logo HUT ke 67 Provinsi Riau

Pekanbaru (Outsiders) – Meraih usia 67 tahun pada tanggal 9 Agustus 2024 mendatang, pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan logo karya M. Zahir Zazuli sebagai pemenang, menyisihkan 77 peserta lainnya.

Asisten III Setdaprov Riau, Elly Wardani, bahwa kurasi dimulai pada tanggal 22 Juni 2024 dan berakhir pada 1 Juli 2024. Sebanyak 78 peserta telah di nilai desain logonya oleh dewan juri yang berkompeten, sehingga saat ini sudah terdapat satu pemenang yaitu karya dari M Zahir Zazuli.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah ada menjadwalkan pemerimaan peserta, selama masa kurasi ada 78 peserta yang masuk dan dinilai oleh dewan juri. Kemudian terdapatlah 11 nominasi, selanjutnya barulah dipilih satu pemenang logo,” katanya di Pekanbaru, Jumat (12/07/2024)

Salah satu makna logo karya M. Zahir Zazuli tergambar kriteria pemimpin memalui desain simbol tanjak. Tanjak mempresentasikan figur pemimpin yang visioner, adil dan bertanggungjawab atas kemajuan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Riau demi terwujudkan masyarakat yang makmur, adil dan sejahtera serta menjadikan Provinsi Riau menjadi Provinsi yang berdaya saing, unggul dan bermartabat.

Makna berikutya secara filosofi, Angka 67 merupakan identitas usia Provinsi Riau. Perpaduan warna antara angka 6 dan 7 yang harmonis dan dinamis melambangkan kolaborasi antara pemerintah daerah, stakeholder dan masyarakat yang saling bersatu padu bahu membahu. Untuk membangun Riau yang maju, unggul, berbudaya dan berkemajuan.

Simbol kekuatan terpancar pada angka enam, terlihat bentuk bulatan yang mempresentasikan kekompakan dan pemikiran yang sejalan antara eksekutif dan legislatif di dalam menjalan roda pemerintahan. Sehingga hal ini menjadi kekuatan utama didalam memperjuangkan kepentingan daerah kepada pemerintah pusat.

Simbol perjuangan di angka tujuh, melambangkan sebuah tekad serta semangat untuk terus berkarya demi mewujudkan cita-cita para pendiri dan para pahlawan provinsi Riau. Hal ini demi terwujudnya Riau yang Maju serta mengangkat marwah Bumi Lancang Kuning.

Melalui logo ini juga ada harapan pemerataan pembangunan yang ada di kabupaten/kota Provinsi Riau merupakan wujud keadilan pembangunan agar tidak terjadinya kesenjangan dan ketimpangan sosial sehingga pembangunan Provinsi Riau mampu berjalan secara harmonis.

Tulisan Arab Melayu di dalam logo adalah sebuah kearifan lokal yang perlu diangkat yang melambangkan bahwa Provinsi Riau sangat mengapresiasi nilai-nilai kebudayaan yang bersendikan keislaman.

Tak hanya itu saja, pada estetika bagian warna terdapat perpaduan merah, kuning, hijau, biru, dan hitam. Setiap perwarnaan tersebut memiliki makna seperti merah yaitu keberanian, spirit, dan optimis.

Warna kuning melambangkan Harmonis, Humanis, Sejarah dan Budaya. Selanjutnya hijau berarti pertumbuhan, kemajuan dan kemakmuran. Biru memiliki filosofi tentang integritas, profesional dan berwawasan intelektual. Terakhir, hitam bermakna kekuatan komitmen serte berkelanjutan.

Mengusung tema logo “Riau Membangun” menjadikan semangat dalam pembangunan di bumi lancang kuning. Sehingga dengan logo ini, masyarakat dapat lebih memahami dan mengapresiasi identitas serta nilai-nilai yang dimiliki oleh Riau.

“Kita melihat animo masyarakat luar bisa karena kita mempublikasikannya dari semua media sosial maupun flayer. Jadi yang disampaikan sangat luas pesertanya cukup banyak dan bagus-bagus semua. Juri menilainya dari desain, pewarnaan, dan makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan tema kita ‘Riau Membangun’,” tutup Elly Wardani. (RH/**)

Assyifa School

Pos terkait