Ambon (Outsiders) – Prajurit Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah Maritim (Kodaeral) IX mengikuti latihan Drill Tempur di atas KRI Dorang-874 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme dalam mengawaki kapal perang TNI Angkatan Laut.
Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Irian Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa (23/6/2026), merupakan salah satu rangkaian Bulan Profesi TNI AL Tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan kemampuan tempur dan penguasaan prosedur operasi di laut.
Latihan Tingkatkan Profesionalisme dan Naluri Tempur Prajurit
Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) yang juga Komandan KRI Dorang-874 Satrol Kodaeral IX, Letkol Laut (P) Eko Hadi, mengatakan latihan drill tempur dirancang untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika tugas operasi maritim.
Menurutnya, latihan tersebut menjadi sarana penting untuk menguji kemampuan prajurit dalam menjalankan prosedur tempur kapal sekaligus meningkatkan koordinasi antarpersonel saat menghadapi situasi darurat maupun operasi militer di laut.
“Drill tempur ini bertujuan meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan naluri tempur prajurit agar selalu siap menghadapi berbagai tugas operasi di laut,” ujar Eko.
Fokus pada Penguasaan Prosedur Tempur Kapal
Dalam pelaksanaannya, latihan mencakup berbagai skenario taktis dan teknis yang biasa dihadapi unsur kapal perang saat menjalankan operasi.
Materi latihan meliputi kesiapan personel, penguasaan prosedur tempur kapal, penanganan situasi darurat, hingga koordinasi antarbagian guna memastikan seluruh sistem dan personel mampu bekerja secara efektif dalam mendukung keberhasilan operasi.
Seluruh prajurit yang terlibat terlihat mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh semangat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan individu maupun soliditas tim.
Pembinaan Berkelanjutan untuk Prajurit Siap Operasi
Sementara itu, Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menegaskan bahwa latihan drill tempur merupakan bagian dari program pembinaan personel yang harus dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara bertingkat, bertahap, dan berlanjut menjadi kunci dalam membentuk prajurit yang profesional, tangguh, serta memiliki kesiapan tinggi dalam menjalankan tugas operasi.
Ia berharap setiap prajurit mampu memahami tugas, tanggung jawab, serta prosedur tempur sesuai fungsi dan perannya masing-masing di atas kapal perang.
Perkuat Kesiapan Menjaga Kedaulatan Laut
Melalui pelaksanaan latihan ini, Kodaeral IX menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia TNI AL sekaligus memperkuat kesiapan unsur patroli laut di wilayah kerja Armada Timur.
Peningkatan kemampuan tempur prajurit diharapkan mampu mendukung tugas pengamanan perairan nasional, menjaga stabilitas keamanan maritim, serta menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di laut.
Latihan drill tempur di KRI Dorang-874 menjadi bagian penting dalam memastikan setiap prajurit TNI AL memiliki kemampuan, kesiapan, dan respons cepat dalam menghadapi berbagai ancaman maupun tantangan di wilayah perairan Indonesia.





