PLBN Motaain Perkuat Layanan Kemanusiaan dengan Fasilitasi Evakuasi Medis WNI

PLBN Motaain Fasilitasi Rujukan Medis Darurat WNI dari Timor Leste ke Atambua (Foto: BNPP)

Atambua (Outsiders)– Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain memfasilitasi perlintasan darurat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Timor Leste untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Gabriel Manek, Atambua, Senin (22/6/2026).

Layanan kemanusiaan tersebut diberikan kepada Maria Fatima Cardosso (36), yang tiba di Gedung Kedatangan PLBN Motaain sekitar pukul 11.00 WITA bersama anggota keluarganya menggunakan kendaraan pribadi dari wilayah Timor Leste.

Proses Rujukan Medis Berlangsung Cepat dan Terkoordinasi

Setibanya di kawasan perbatasan, pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas Karantina Kesehatan sebagai bagian dari prosedur perlintasan darurat lintas negara.

Setelah pemeriksaan dilakukan, petugas PLBN Motaain segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses rujukan medis. Pasien kemudian dipindahkan ke ambulans Rumah Sakit Gabriel Manek guna mendapatkan penanganan kesehatan lanjutan.

Seluruh proses perlintasan darurat berlangsung dengan cepat, aman, dan terkoordinasi, dengan mengutamakan kondisi kesehatan pasien serta aspek keselamatan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

PLBN Motaain Tegaskan Komitmen Pelayanan Kemanusiaan

Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, mengatakan bahwa fasilitasi perlintasan darurat tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurutnya, keberadaan PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang keluar masuk antarnegara, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung layanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak.

“PLBN Motaain tidak hanya berfungsi sebagai gerbang lintas batas negara, tetapi juga hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi kemanusiaan,” ujar Rika.

Sinergi Antarinstansi Dukung Layanan Perbatasan

Rika menjelaskan, keberhasilan proses rujukan medis tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan sinergi yang baik antara pengelola PLBN Motaain, petugas Karantina Kesehatan, serta unsur Fasilitasi Pelayanan (Faspel) yang bertugas di kawasan perbatasan.

Kolaborasi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan setiap layanan darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait agar masyarakat perbatasan memperoleh akses layanan yang cepat, aman, dan berorientasi pada kemanusiaan,” katanya.

Perkuat Peran PLBN sebagai Simpul Pelayanan Negara

Melalui fasilitasi perlintasan darurat ini, PLBN Motaain yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menegaskan perannya sebagai pusat pelayanan negara di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Selain mendukung mobilitas lintas batas yang aman dan tertib, PLBN Motaain juga berperan dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat perbatasan, termasuk pelayanan darurat di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di kawasan perbatasan mendapatkan akses layanan publik yang cepat, inklusif, dan berkeadilan, tanpa terkendala batas geografis maupun administrasi negara.

Pos terkait