Timor Tengah Utara (Outsiders) – Warga di kawasan perbatasan Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Atambua hanya untuk mengurus paspor. Melalui layanan Eazy Passport yang digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, masyarakat dapat mengakses pelayanan keimigrasian dengan lebih mudah, cepat, dan hemat biaya.
Pelayanan yang difasilitasi PLBN Napan bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tersebut berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten TTU.
Dekatkan Layanan ke Masyarakat Perbatasan
Program Eazy Passport merupakan inovasi pelayanan keimigrasian yang dirancang untuk mendekatkan akses layanan publik kepada masyarakat perbatasan, sekaligus memangkas waktu, biaya, dan jarak tempuh yang selama ini menjadi kendala bagi warga yang hendak mengurus paspor.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, yang mengapresiasi sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Pemerintah Kabupaten TTU, dan PLBN Napan dalam menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat.
“Pelayanan seperti Eazy Passport sangat dibutuhkan. Masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan waktu yang besar hanya untuk mengurus paspor. Harapan kami, kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Kamillus Elu.
PLBN Tak Hanya Jadi Pintu Gerbang Negara
Kepala PLBN Napan, Don Gaspar, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung kolaborasi antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan.
Menurutnya, PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang negara, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Semoga ke depan semakin banyak layanan publik yang bisa dihadirkan di PLBN Napan sehingga warga perbatasan memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan nyaman,” kata Don Gaspar.
Warga Akui Lebih Hemat dan Mudah
Salah seorang peserta, Agustina Teme, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan Eazy Passport di PLBN Napan. Menurutnya, masyarakat kini tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke Atambua untuk mengurus dokumen perjalanan.
“Saya sangat senang karena sekarang mengurus paspor tidak perlu jauh-jauh ke Atambua. Biaya perjalanan bisa dihemat dan prosesnya juga lebih mudah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa sering diadakan supaya masyarakat perbatasan semakin terbantu,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Setda Kabupaten TTU, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten TTU, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten TTU, Camat Bikomi Utara, perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, serta masyarakat peserta layanan.
Melalui kolaborasi tersebut, PLBN Napan yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI diharapkan terus berkembang sebagai pusat pelayanan publik di kawasan perbatasan yang mampu menghadirkan layanan negara yang semakin mudah dijangkau masyarakat.





