Sidoarjo (Outsiders) – Upaya jaringan narkotika memanfaatkan Bandara Internasional Juanda sebagai jalur penyelundupan kembali terbongkar. Dalam rentang lima hari, TNI Angkatan Laut bersama para pemangku kepentingan bandara menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dan ekstasi dengan nilai lebih dari Rp3,2 miliar.
Keberhasilan tersebut diungkap dalam konferensi pers di Markas Lanudal Juanda, Sidoarjo, Senin (3/8/2026). Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana yang diwakili Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan mengatakan pengungkapan pertama dilakukan pada 29 Juli 2026.
Dalam operasi itu, Satgas Pengamanan TNI AL Bandara Juanda mengamankan seorang penumpang pesawat rute Malaysia-Surabaya yang kedapatan membawa 990 gram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.
Belum genap sepekan, aparat kembali membongkar upaya penyelundupan narkotika melalui jalur berbeda. Pada 2 Agustus 2026, Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) menggagalkan pengiriman 188 gram sabu-sabu melalui kargo udara tujuan Ternate, Maluku Utara.
Barang bukti tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp300 juta.
Dari dua pengungkapan itu, total nilai narkotika yang berhasil diamankan mencapai lebih dari Rp3,2 miliar. Aparat memperkirakan penyitaan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 6.960 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Satgaspam TNI AL Bandara Juanda dengan berbagai instansi di Bandara Internasional Juanda dalam memperketat pengawasan terhadap jalur transportasi udara yang kerap dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika.
TNI AL menegaskan akan terus memperkuat pengamanan objek vital nasional serta meningkatkan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pemberantasan peredaran gelap narkotika.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dan sinergi antarlembaga untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan, termasuk penyelundupan narkotika yang mengancam masa depan generasi bangsa.





