Badau (Outsiders) – Layanan angkutan bus lintas batas rute Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menuju Kuching, Sarawak, Malaysia, semakin mendekati tahap operasional. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memperkuat hubungan sosial di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kesiapan operasional layanan tersebut dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Transportasi Sarawak bersama rombongan dan unsur Customs, Immigration and Quarantine (CIQ) Lubok Antu ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan itu dihadiri Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Barat, Kepala PLBN Badau Wendelinus Fanu, petugas CIQ PLBN Badau, General Manager DAMRI Pontianak selaku operator bus dari Indonesia, serta perwakilan Bus Asia Sarawak dari Malaysia.
Rombongan meninjau jalur dan pola manuver bus di kawasan PLBN Badau sebagai bagian dari pembahasan kesiapan teknis dan mekanisme operasional sebelum layanan lintas batas resmi dijalankan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Sarawak menyetujui pola manuver bus dengan sistem back to back. Kesepakatan itu menjadi dasar bagi instansi terkait di kedua negara untuk menindaklanjuti berbagai persyaratan teknis dan administratif sesuai kewenangan masing-masing.
Kepala PLBN Badau, Wendelinus Fanu, mengatakan layanan bus lintas batas akan memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang selama ini melakukan perjalanan antara Putussibau dan Kuching untuk keperluan perdagangan, pendidikan, kesehatan, maupun kunjungan keluarga.
“PLBN Badau siap mendukung seluruh proses tindak lanjut sesuai tugas dan kewenangan kami serta terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dan operator bus dari kedua negara agar layanan ini dapat segera beroperasi,” kata Wendelinus.
Menurutnya, kesiapan operasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga memerlukan sinergi antarlembaga agar pelayanan dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa.
Ia menambahkan, beroperasinya bus lintas batas juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan melalui peningkatan arus orang, perdagangan, serta pengembangan sektor jasa dan pariwisata.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, PLBN Badau yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI diharapkan menjadi simpul konektivitas transportasi yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua wilayah perbatasan.





