Era Baru Pelayanan Perbatasan Dimulai, PLBN Entikong Uji Sistem All Indonesia

Sanggau (Outsiders) – Era digitalisasi pelayanan lintas batas mulai diterapkan di Indonesia. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menjadikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong sebagai lokasi perdana uji coba sistem All Indonesia yang mengintegrasikan seluruh proses pemeriksaan pelintas dalam satu platform digital.

Uji coba yang berlangsung Selasa (28/7/2026) itu difasilitasi Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono bersama Asisten Deputi Sarana Prasarana Pendukung Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) RI. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal implementasi sistem pelayanan terpadu di kawasan perbatasan.

Bacaan Lainnya

Budi Setyono menjelaskan, aplikasi All Indonesia dirancang untuk menyederhanakan proses kedatangan pelintas ke wilayah Indonesia dengan mengintegrasikan berbagai layanan pemeriksaan dalam satu platform berbasis web dan perangkat bergerak.

“Aplikasi All Indonesia menggabungkan pelaporan keimigrasian, kepabeanan, serta kekarantinaan kesehatan, hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu platform. Dengan sistem yang terintegrasi ini, proses pelayanan kepada pelintas diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien,” ujarnya.

Menurut Budi, sistem tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah bandara internasional dan pelabuhan laut. Namun, PLBN Entikong menjadi kawasan perbatasan pertama yang menguji penerapan sistem tersebut.

PLBN Entikong dipilih sebagai pilot project karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta karakteristik pelayanan yang representatif sebagai pintu gerbang utama Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.

“PLBN Entikong menjadi pilot project penerapan All Indonesia di kawasan perbatasan. Hasil uji coba ini akan menjadi dasar pengembangan dan implementasi sistem di PLBN lainnya,” katanya.

Untuk mendukung implementasi, BNPP RI telah menyiapkan berbagai fasilitas, di antaranya Kios Q monitor dan petugas pelayanan (stopper). Sementara itu, pihak Imigrasi mengusulkan penambahan auto gate portal guna mempercepat proses pemeriksaan otomatis bagi pelintas.

Budi menilai kehadiran fasilitas tersebut akan meningkatkan kualitas pelayanan lintas batas sehingga lebih modern, efisien, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.

BNPP RI menargetkan implementasi penuh sistem All Indonesia di PLBN Entikong dapat diresmikan pada Oktober 2026. Menjelang peluncuran, seluruh instansi Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) bersama pengelola PLBN diminta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat sebagai pengguna layanan. Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan secara intensif sebelum sistem dioperasikan secara penuh,” ungkapnya.

Melalui uji coba tersebut, BNPP bersama Kemenko Infra berharap sistem All Indonesia dapat diterapkan secara bertahap di seluruh PLBN Terpadu sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik, meningkatkan keamanan, dan menghadirkan proses lintas batas yang lebih cepat, modern, serta berorientasi pada kemudahan masyarakat.

Pos terkait