Jakarta (Outsiders) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengerahkan tambahan 15 batalyon yang terdiri dari lima batalyon zeni dan 10 batalyon teritorial pembangunan untuk mempercepat pembangunan jembatan dan hunian bagi pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dengan tambahan tersebut, total personel TNI yang dikerahkan mencapai 37.910 prajurit. Mereka bertugas mendukung penanganan masa tanggap darurat sekaligus memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November lalu.
Panglima TNI menjelaskan prajurit membantu pemasangan jembatan bailey, pembangunan hunian sementara dan tetap, pembersihan lumpur di fasilitas umum, penyediaan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, serta layanan trauma healing bagi korban terdampak.
Selain personel, TNI juga mengerahkan 89 unit alat utama sistem persenjataan, termasuk helikopter, pesawat angkut, kapal perang, dan kapal rumah sakit. Dukungan tersebut digunakan untuk pengiriman logistik, alat berat, tenaga kesehatan, hingga kebutuhan dasar seperti BBM, bahan pangan, dan genset.
Hingga saat ini, TNI telah menyalurkan bantuan logistik seberat 2.669,53 ton melalui jalur darat, laut, dan udara. Paparan tersebut disampaikan Panglima TNI dalam jumpa pers di Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang dipimpin Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.






