Osaka (Outsiders) – Indonesia berhasil mencatat komitmen investasi senilai 23,8 miliar dolar AS dalam keikutsertaannya di Expo 2025 Osaka, Jepang. Realisasi investasi ditargetkan mulai 2026. Angka ini diyakini menjadi dorongan signifikan bagi transformasi ekonomi nasional.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut hadir meninjau Paviliun Indonesia untuk memberi dukungan langsung atas pencapaian tersebut.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan, komitmen investasi ini akan menjadi salah satu motor penggerak untuk mempercepat Indonesia menuju status negara maju.
“Proyek keseluruhan investasi per hari ini 23,8 miliar dolar. Angka ini cukup besar untuk membantu Indonesia melompat lebih cepat melalui berbagai sektor investasi,” ujarnya.
Partisipasi Indonesia di Expo 2025 juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat national branding. Paviliun Indonesia mengusung konsep kapal besar yang merepresentasikan bangsa bahari serta visi Indonesia Emas 2045.
Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas sekaligus Commissioner General Paviliun Indonesia, Vivi Yulaswati, menyebut bahwa konsep ini tidak hanya menonjolkan identitas maritim, tetapi juga budaya, kuliner, dan kekayaan alam.
Antusiasme pengunjung menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam menarik perhatian dunia. Paviliun Indonesia dikunjungi tidak hanya masyarakat Jepang, tetapi juga delegasi dari berbagai negara, termasuk pangeran, perdana menteri, hingga menteri. Dukungan dari dalam negeri pun mengalir melalui keterlibatan kementerian, pemerintah daerah, pelaku bisnis, hingga komunitas masyarakat.
Lebih dari sekadar pameran, Expo 2025 Osaka membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas jejaring kerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata. Tingginya minat pengunjung diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bisnis jangka panjang.
Dengan capaian ini, Indonesia tidak hanya membawa pulang komitmen investasi triliunan rupiah, tetapi juga mempertegas posisinya di panggung global sebagai negara dengan potensi ekonomi yang terus tumbuh dan berdaya saing.





