Menyemai prestasi dari usia dini, Pesilat Puspenerbal bersinar di ajang Internasional

Lima hari kompetisi, sejak 15 hingga 19 September, menjadi ajang unjuk kemampuan bagi sekitar 3.500 pesilat dari seluruh Indonesia, ditambah peserta dari Mesir, Palestina, Aljazair, dan Turki. Foto: dok Dispenal.

Tangerang (Outsiders)– Suasana riuh tepuk tangan dan sorak sorai penonton memenuhi Indomilk Indoor Stadium, Tangerang, ketika nama kontingen Puspenerbal diumumkan sebagai Kontingen Terbaik pada ajang International Moslem Pencak Silat Competition (IMPSC) 2025. Prestasi ini semakin lengkap dengan dinobatkannya salah satu atlet mereka sebagai Pesilat Terbaik Kategori Usia Dini.

Di balik gemerlap panggung penutupan, ada cerita panjang tentang bagaimana pembinaan sejak usia belia menjadi kunci keberhasilan tim pencak silat binaan Puspenerbal. Dari 11 atlet yang diturunkan, enam di antaranya masih berstatus pelajar. Mereka berlatih keras, berdampingan dengan para prajurit TNI AL, dalam semangat disiplin dan kerja sama.

Bacaan Lainnya

“Ini capaian luar biasa yang kami rasakan. Menjadi vitamin untuk terus memacu diri dalam pembinaan pencak silat, terutama bagi atlet usia dini yang kita siapkan untuk masa depan,” ujar Pelatih Utama Pencak Silat Puspenerbal, Letkol (KH) Sugiarto, yang juga menjabat sebagai Irdalog Inspektorat Puspenerbal, Jumat (19/9/2025).

Lima hari kompetisi, sejak 15 hingga 19 September, menjadi ajang unjuk kemampuan bagi sekitar 3.500 pesilat dari seluruh Indonesia, ditambah peserta dari Mesir, Palestina, Aljazair, dan Turki. Dalam persaingan yang ketat itu, kontingen Puspenerbal justru tampil meyakinkan dengan raihan 10 medali: 5 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Deretan nama peraih emas, seperti Nadhilah Salsabila, Deby Juno, Safa, Amera, dan Dava, sebagian besar masih remaja. Mereka membuktikan bahwa kerja keras di usia muda bisa menghasilkan prestasi besar. Bahkan Deby Juno, selain meraih emas, juga menyumbang medali perak di nomor lain.

Menurut Sugiarto, pembinaan atlet muda bukan sekadar menyiapkan prestasi jangka pendek. Lebih dari itu, Puspenerbal ingin menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan semangat juang yang bisa menjadi bekal bagi mereka, baik di arena olahraga maupun kehidupan. “Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan para atlet untuk tidak cepat puas. “Prestasi ini jangan sampai membuat terlena. Justru harus menjadi pemicu agar lebih giat berlatih dan berani menargetkan capaian yang lebih tinggi,” tegasnya.

Dukungan penuh dari Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana serta jajaran pejabat utama menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Dengan sokongan itu, tim pencak silat Puspenerbal bertekad terus berbenah dan melahirkan generasi muda pesilat yang mampu bersaing di level dunia.

Di tengah ketatnya persaingan olahraga bela diri, Puspenerbal menunjukkan bahwa pembinaan sejak usia dini adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mulai terlihat, dan perjalanan mereka baru saja dimulai.

Pos terkait