Jakarta (Outsiders) – Festival Tabut kembali digelar pada 16-25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, sebagai salah satu agenda budaya unggulan yang telah mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Festival tersebut kembali terpilih sebagai bagian dari program Karisma Event Nusantara 2026 dan diharapkan semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan event serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan tahun ini menjadi kali keenam Festival Tabut masuk dalam program unggulan Kementerian Pariwisata tersebut.
“Penyelenggaraan tahun ini menjadi tahun keenam Festival Tabut masuk dalam program unggulan Kementerian Pariwisata, Karisma Event Nusantara. Hal ini menunjukkan keberhasilan Festival Tabut dalam mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dari tahun ke tahun,” ujarnya di Jakarta, Senin (08/06/2026) .
Festival Tabut merupakan tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bengkulu dalam menyambut Tahun Baru Islam. Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, festival ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan daerah.
Tradisi Tabut berakar dari peristiwa bersejarah di Padang Karbala yang mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali pada tahun 680 Masehi. Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Bengkulu oleh para pekerja Muslim keturunan India pada masa kolonial Inggris.
Dalam perkembangannya, tradisi Tabut mengalami akulturasi dengan budaya lokal Bengkulu. Nilai-nilai religius yang menjadi dasar peringatan tetap terjaga, namun berkembang menjadi ekspresi budaya masyarakat yang lebih luas dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, Festival Tabut akan menghadirkan berbagai prosesi adat, mulai dari Doa Memohon Keselamatan, Pamit Rajo Agung, Ngambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Gam, Tabut Naik Puncak, Arak Gedang atau Tabut Besanding, Soja, Tabut Tebuang, hingga Doa Penutup.
Mengusung tema “Semarak Muharram”, Festival Tabut 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu, seperti musik Dhol, Tari Kreasi Tabut, serta permainan rakyat Ikan-Ikan dan Telong-Telong.
Selain atraksi budaya, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang ramah anak dan penyandang disabilitas, antara lain dongeng dan cerita rakyat Bengkulu, lomba mewarnai, showcase ekonomi kreatif unggulan, business matching, talkshow, fashion show, pasar rakyat dan street food, hingga pameran pembangunan.
Hafiz mengatakan penyelenggaraan Festival Tabut yang mengedepankan pelestarian budaya dan keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Melalui kegiatan ini, Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” katanya.





