Indonesia Siapkan Pusat Pengembangan Teknologi Kapal Selam Nasional

Dalam langkah strategis menuju kemandirian pertahanan maritim, Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali pada kegiatan Seminar Nasional "Teknologi Bawah Air Masa Depan dalam Pertahanan Maritim Indonesia", yang digelar di Gedung Research Center Lantai 11, Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Jumat (12/9/2025). Foto: Dispenal

Surabaya (Outsiders) — Indonesia melangkah menuju kemandirian pertahanan maritim dengan menggagas pembentukan pusat pengembangan teknologi kapal selam pertama di tanah air. Inisiatif ini diumumkan dalam Seminar Nasional “Teknologi Bawah Air Masa Depan dalam Pertahanan Maritim Indonesia” yang digelar di Gedung Research Center, Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jumat (12/9/2025).

Program strategis ini melibatkan kerja sama antara TNI AL, ITS, PT PAL Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perusahaan teknologi pertahanan Nevesbu. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia menargetkan terbentuknya pilar fundamental dalam penguasaan teknologi kapal selam yang selama ini masih bergantung pada negara lain.

Bacaan Lainnya

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa teknologi kapal selam merupakan komponen krusial dalam menjaga kedaulatan bawah laut. “Indonesia harus mampu menguasai teknologi kapal selam secara mandiri, karena kekuatan bawah laut adalah penentu utama pertahanan maritim nasional,” ujarnya.

ITS diproyeksikan menjadi pusat riset utama sekaligus motor penggerak dalam pengembangan teknologi kapal selam nasional. Dengan dukungan lintas institusi, kehadiran pusat ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian alutsista sekaligus menempatkan Indonesia di barisan depan negara maritim dengan kemampuan teknologi bawah laut yang modern.

Pos terkait