Kinerja Pariwisata Dorong Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (Dok. Kemenpar)

Sektor pariwisata kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, empat sektor yang berkaitan erat dengan industri pariwisata mencatat lonjakan pertumbuhan di atas delapan persen.

Jakarta (Outsiders) -Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen pada Triwulan III 2025. Capaian tersebut ditopang oleh kinerja kuat sektor pariwisata yang memicu pertumbuhan di berbagai lapangan usaha terkait.

“Empat sektor yang berhubungan langsung dengan pariwisata masuk dalam daftar dengan pertumbuhan tertinggi. Ini menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor pendukung, melainkan pilar utama penggerak ekonomi nasional,” ujar Menteri Widiyanti.

Empat sektor tersebut meliputi jasa perusahaan yang tumbuh 9,94 persen berkat meningkatnya aktivitas biro perjalanan wisata, jasa hiburan dan rekreasi yang tumbuh 9,92 persen, transportasi dan pergudangan yang meningkat 8,62 persen seiring naiknya mobilitas udara, laut, dan darat, serta sektor akomodasi, makanan, dan minuman yang tumbuh 8,41 persen.

Menpar Widiyanti juga menyoroti peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Hingga September 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 11,43 juta kunjungan, sementara pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menembus 901,9 juta perjalanan.

“Kami optimistis target 14,6 hingga 16 juta kunjungan wisman dan 1,08 miliar perjalanan wisnus dapat tercapai pada akhir tahun,” ujarnya.

Untuk menjaga momentum positif tersebut, Kementerian Pariwisata meluncurkan kampanye nasional “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja” dan melanjutkan program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang menghadirkan berbagai festival unggulan daerah hingga akhir tahun. Program ini digelar melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas kreatif guna memperkuat daya tarik pariwisata domestik.

Selain itu, partisipasi Indonesia dalam ajang internasional World Travel Market (WTM) London 2025 menjadi langkah strategis memperkuat diplomasi ekonomi kreatif. Dengan mengusung tema “Go Beyond Ordinary”, Indonesia menampilkan potensi pariwisata yang menonjolkan kualitas, keberlanjutan, dan kearifan lokal.

“WTM London bukan sekadar ajang promosi, tetapi momentum penting untuk memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik, ramah lingkungan, dan berdampak sosial ekonomi,” tutur Menteri Widiyanti.

Ia menegaskan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar dampak pariwisata semakin meluas terhadap kesejahteraan masyarakat. “Pariwisata menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya serta keindahan negeri sendiri. Dengan semangat kolaborasi, kami ingin menjadikan pariwisata Indonesia sebagai simbol kemajuan, kebersamaan, dan daya saing bangsa di dunia,” tegasnya.

Pos terkait