Mengatasi Belekan Berkepanjangan pada Kucing

ilustrasi (imageFX)

Pekanbaru (Outsiders) – Banyak pemilik kucing pernah mendapati hewan kesayangannya mengeluarkan cairan dari mata, baik berupa air mata, lendir, maupun kotoran mata berwarna kekuningan. Kondisi ini sering disebut “belekan”. Meski tampak sepele, belekan yang berlangsung lama sebaiknya tidak diabaikan. Dalam dunia kedokteran hewan, gejala ini dikenal sebagai ocular discharge dan bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Belekan bisa muncul karena faktor sederhana seperti iritasi debu, namun bila menetap lebih dari beberapa hari, biasanya terdapat penyebab yang lebih kompleks seperti infeksi virus, sumbatan saluran air mata, atau gangguan struktur pada kelopak mata.

Bacaan Lainnya

Belekan yang tak kunjung sembuh umumnya disebabkan oleh kombinasi antara infeksi dan gangguan mekanis. Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  • Infeksi virus dan bakteri. Virus herpes kucing (FHV-1) serta calicivirus sering memicu radang mata disertai lendir atau nanah. Bila disertai infeksi bakteri sekunder, cairan yang keluar bisa berwarna kekuningan hingga kehijauan.

  • Sumbatan saluran air mata. Air mata seharusnya mengalir dari mata ke hidung melalui saluran khusus. Jika saluran ini tersumbat, cairan akan menumpuk dan mengalir keluar ke arah wajah.

  • Mata kering (Keratoconjunctivitis Sicca). Produksi air mata yang berkurang membuat permukaan mata kering dan iritasi, sehingga tubuh merespons dengan memproduksi cairan lebih banyak.

  • Iritasi akibat lingkungan. Asap rokok, debu, dan bulu panjang di sekitar mata dapat menyebabkan reaksi inflamasi ringan yang terus-menerus.

  • Faktor bawaan. Beberapa ras seperti Persian, Himalaya, atau Exotic Shorthair memiliki bentuk wajah datar yang membuat drainase air mata tidak sempurna. Akibatnya, mereka lebih rentan mengalami belekan kronis.

Menentukan penyebab belekan memerlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter hewan. Biasanya diawali dengan wawancara singkat mengenai lamanya gejala, warna cairan, serta perilaku kucing. Pemeriksaan fisik meliputi pengamatan konjungtiva, kelopak, dan kornea.

Tes lanjutan seperti Schirmer tear test digunakan untuk mengukur produksi air mata, sementara pewarnaan fluorescein membantu mendeteksi adanya luka pada kornea. Pada kasus tertentu, dokter mungkin melakukan flushing saluran air mata untuk memastikan tidak ada sumbatan. Bila infeksi diduga akibat virus atau bakteri, sampel cairan bisa dikirim ke laboratorium untuk uji kultur.

Strategi pengobatan bergantung pada hasil diagnosis. Untuk kasus ringan, perawatan di rumah bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Membersihkan area mata setiap hari menggunakan kapas lembut dan air garam steril.

  • Mengompres hangat bagian mata yang kotor untuk melunakkan kerak dan mengurangi peradangan.

  • Menjaga kebersihan kandang, menghindari asap rokok, dan memotong bulu di sekitar mata agar tidak mengiritasi.

Jika penyebabnya infeksi, dokter akan meresepkan obat tetes atau salep antibiotik. Pada kasus inflamasi berat, obat anti-radang atau tetes mata khusus untuk sindrom mata kering (misalnya cyclosporine) mungkin diperlukan. Bila terdapat kelainan anatomi, tindakan operasi bisa menjadi pilihan terakhir.

Belekan tidak boleh dianggap ringan bila disertai tanda-tanda berikut, perlu tindakan dari dokter hewan:

  • Cairan mata berubah warna menjadi kuning atau hijau.

  • Mata terlihat merah, bengkak, atau tampak nyeri.

  • Kucing sering menyipitkan mata, menggaruk wajah, atau menghindari cahaya.

  • Gejala berlangsung lebih dari dua hari tanpa perbaikan.

  • Disertai gejala sistemik seperti bersin, pilek, atau hilang nafsu makan.

Ras kucing berhidung pesek sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara rutin, mengingat struktur wajah mereka membuat saluran air mata mudah tersumbat.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan pemilik kucing:

  1. Pastikan kucing mendapat vaksin lengkap, terutama terhadap virus pernapasan atas.

  2. Bersihkan area mata secara teratur menggunakan bahan lembut dan aman.

  3. Rutin memotong bulu di sekitar mata bagi kucing berbulu panjang.

  4. Sediakan lingkungan bersih dengan sirkulasi udara baik dan minim debu.

  5. Berikan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap optimal.

Penelitian yang dimuat dalam PetMD menunjukkan bahwa penggunaan cyclosporine topikal dapat memperbaiki kondisi mata kering pada kucing dalam beberapa minggu terapi. Sementara itu, studi di The Pet Vet Journal melaporkan bahwa tindakan flushing saluran air mata efektif mengurangi epiphora, meski beberapa kasus kronis membutuhkan perawatan berulang.

Belekan berkepanjangan bukan hanya masalah estetika, melainkan bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada mata atau sistem pernapasan kucing. Pemeriksaan dini dan perawatan yang tepat akan mencegah kerusakan permanen pada penglihatan. Dengan perhatian dan kebersihan rutin, pemilik kucing dapat membantu hewan kesayangannya tetap nyaman, sehat, dan ceria.

Pos terkait