Pengambengan, Menjemput Masa Depan dari Laut

Ilustrasi: Rekayasa AI (Gemini)

Jembrana (Outsiders) – Pada satu kawasan di pesisir Jembrana, Bali, sebuah perubahan besar mulai disiapkan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan mulai dikembangkan  menjadi kawasan perikanan terintegrasi yang menghubungkan aktivitas penangkapan, pengolahan, pemasaran hingga distribusi hasil perikanan ke pasar global.

Perubahan itu dimulai melalui pengembangan Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase I. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2029 dengan nilai kontrak Rp1,27 triliun dan mendapat dukungan Islamic Development Bank (IsDB). Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, wajah Pengambengan akan berubah cukup signifikan.

Luas kawasan pelabuhan akan bertambah dari 13,5 hektare menjadi 49,3 hektare. Kolam pelabuhan juga diperluas dari 24 hektare menjadi 88,3 hektare. Kapasitasnya meningkat hingga mampu menampung sekitar 1.600 kapal, dibandingkan 1.273 kapal saat ini. Perluasan kolam tersebut juga membuka peluang bagi kapal-kapal perikanan bertonase besar dari Pelabuhan Benoa untuk beraktivitas di Pengambengan.

Namun, perubahan paling besar tidak hanya terlihat dari ukuran kawasan. Volume pendaratan ikan diproyeksikan meningkat dari 61.300 ton per tahun menjadi 124.000 ton per tahun. Tuna termasuk jenis ikan yang disebut akan semakin banyak didaratkan di pelabuhan tersebut.

Dengan meningkatnya volume pendaratan, Pengambengan dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan perikanan dari hulu hingga hilir. Ikan yang ditangkap tidak berhenti pada proses pendaratan, tetapi dapat masuk ke tahapan pengolahan, pemasaran dan distribusi dalam ekosistem pelabuhan yang sama. Di titik inilah nilai ekonomi hasil perikanan diharapkan ikut meningkat.

Pengembangan tersebut juga membawa proyeksi terhadap penerimaan negara. Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP diperkirakan meningkat dari sekitar Rp48 miliar menjadi Rp104 miliar per tahun.

Dampaknya terhadap tenaga kerja juga diproyeksikan cukup besar. Sekitar 25.000 orang ditargetkan dapat terserap dalam aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan PPN Pengambengan. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari pekerja saat ini.

Bagi Bali, Pengambengan juga diproyeksikan memiliki fungsi yang lebih luas. Konsep pembangunan dan operasional pelabuhan dirancang ramah lingkungan. Kawasan tersebut bahkan berpotensi dikembangkan menjadi pusat wisata baru di wilayah barat Pulau Bali.

Gagasan itu mempertemukan dua aktivitas yang selama ini memiliki ruang berbeda, yakni industri perikanan dan pariwisata. Pelabuhan tidak hanya diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi perikanan, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari tujuan wisata di kawasan tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan resmi memulai pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali. Pengembangan ini akan menjadikan PPN Pengambengan sebagai pelabuhan perikanan kelas dunia yang mengintegrasikan antara kegiatan penangkapan, pengolahan, serta distribusi hasil perikanan ke pasar global. (Foto: KKP)

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengembangan Pengambengan diharapkan dapat mengombinasikan industri perikanan modern dengan pariwisata.

“Pembangunan ini selain untuk pengembangan ekonomi, harapannya menjadi tempat yang mengombinasikan industri perikanan modern dan pariwisata, sehingga membawa peluang yang baik untuk masa depan Bali,” ujar Trenggono saat Groundbreaking PPN Pengambengan di Jembrana, Selasa (29/9/2026).

Di balik rencana besar itu, ada tantangan lain yang harus diperhatikan. Modernisasi pelabuhan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pelaku usaha perikanan dengan skala berbeda.

Perencanaan pengembangan Pengambengan disebut turut mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha perikanan skala kecil dan besar serta nelayan tradisional setempat. Dukungan masyarakat dan pelaku usaha juga menjadi bagian dari proses yang mendahului dimulainya proyek. Karena itu, keberhasilan proyek ini pada akhirnya tidak hanya dapat diukur dari luas kawasan atau jumlah kapal yang mampu ditampung.

Ukuran lainnya adalah sejauh mana perubahan tersebut mampu membentuk rantai perikanan yang lebih terintegrasi dan memberikan ruang bagi nelayan serta pelaku usaha untuk mengambil manfaat dari pertumbuhan aktivitas perikanan.

Pengembangan Pengambengan menjadi bagian dari upaya modernisasi pelabuhan perikanan. Program serupa juga berjalan di PPN Kejawanan, Cirebon.

Bagi Pengambengan, tahun 2029 menjadi batas waktu yang dituju. Pada saat itu, pelabuhan ini diharapkan telah memiliki kapasitas yang jauh lebih besar, mampu menampung lebih banyak kapal, meningkatkan volume pendaratan ikan dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

 

Pos terkait