Jakarta (Outsiders) – Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut, Harun Arrasyid, resmi menutup kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar di atas kapal perang KRI Semarang-594 yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan pesantren kilat tersebut menghadirkan pengalaman pembelajaran keagamaan yang berbeda dengan memanfaatkan kapal perang TNI Angkatan Laut sebagai sarana edukasi maritim.
Selain mendapatkan materi keagamaan selama bulan Ramadan, para peserta juga diperkenalkan lebih dekat dengan kehidupan prajurit TNI AL serta peran strategis kapal perang dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Dalam amanatnya, Harun Arrasyid menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran agama, tetapi juga menanamkan nilai nilai karakter kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini para peserta tidak hanya belajar agama, tetapi juga merasakan langsung nilai nilai yang menjadi fondasi karakter bangsa, seperti kemuliaan akhlak, kebersamaan, kesederhanaan, dan jiwa kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta sebelumnya juga mengikuti kegiatan bakti sosial kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan.
Harun Arrasyid berpesan agar para peserta menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik dan mental serta keimanan yang kuat.
“Jadilah generasi yang memiliki iman kuat dan kecintaan yang tak tergoyahkan kepada NKRI. Masa depan bangsa ini ada di pundak anak anak yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Selama dua hari pelayaran, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kajian keagamaan, pembinaan karakter, ibadah bersama, hingga pengenalan lingkungan kapal perang.
Dalam kegiatan tersebut, KRI Semarang-594 juga berlayar menuju Pulau Untung Jawa sehingga para peserta dapat merasakan langsung pengalaman berlayar menggunakan kapal perang TNI AL.
TNI AL menyatakan akan terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan.
Komitmen tersebut sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, bahwa TNI AL tidak hanya berperan menjaga kedaulatan laut, tetapi juga turut berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda yang religius, berwawasan kebangsaan, dan memiliki semangat kemaritiman.






