Pekanbaru (Outsiders) – Riau kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Dr. drh. H. Chaidir, MM wafat di Rumah Sakit Prima Pekanbaru pada Selasa 18 November 2025 sekitar pukul 17.43 WIB setelah sempat menjalani perawatan medis.
Kabar kepergian Chaidir yang dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pemimpin yang dekat dengan berbagai kalangan membuat keluarga, rekan seperjuangan, serta masyarakat Riau terpukul. Banyak pihak mengenang almarhum sebagai sosok rendah hati, berwawasan luas, dan selalu hadir memberikan pandangan bijak dalam setiap dinamika daerah.
Chaidir meninggal pada usia 73 tahun. Ia lahir di Rokan Hulu pada 29 Mei 1952 dan tumbuh menjadi figur cendekia yang disegani. Almarhum menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan, meraih gelar Magister Manajemen, serta gelar doktor yang diperolehnya dengan predikat cumlaude pada 2017.
Dalam perjalanan panjang pengabdiannya, Chaidir memimpin FKPMR selama beberapa periode. Pada Juli 2025 ia kembali mendapat amanah sebagai Ketua Umum untuk masa khidmat 2025 sampai 2030. Di tangan Chaidir, FKPMR semakin kokoh sebagai wadah pemersatu dan pembela hak masyarakat Riau.
Jejaknya di dunia politik juga kuat. Chaidir tercatat sebagai Anggota DPRD Riau dan kemudian dipercaya memimpin DPRD Provinsi Riau selama dua periode pada 1999 sampai 2004 dan 2004 sampai 2009. Dalam berbagai kesempatan, ia sering memberikan pandangan kritis namun solutif demi pembangunan daerah.
Selain itu, ia aktif di berbagai organisasi. Chaidir pernah menjadi Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Riau pada 2010 sampai 2013, Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI Riau pada 2013 sampai 2017, serta pembina di sejumlah institusi pendidikan termasuk Politeknik Chevron Riau.
Sebagai tokoh senior, gagasan Chaidir sering dijadikan rujukan, terutama dalam isu sosial, kepemimpinan, dan pembangunan. Ia konsisten mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan berpihak pada rakyat.
Kepergiannya meninggalkan catatan panjang pengabdian dan teladan. Banyak pihak menyampaikan doa agar amal kebaikan almarhum diterima dan menjadi inspirasi bagi generasi yang datang kemudian. Riau hari ini berduka atas berpulangnya sosok yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk kemajuan daerah.





