Bobonaro, NTT (Outsiders) – Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI melalui PLBN Motaain mendorong percepatan transformasi digital pelayanan keimigrasian di kawasan perbatasan dengan menerima kunjungan kerja Tim Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi pada Kamis (26/02/2026). Kunjungan tersebut bertujuan melakukan survei lokasi rencana pemasangan autogate sekaligus meninjau kesiapan penerapan aplikasi All Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Gedung Utama PLBN Motaain dan diawali dengan penyambutan oleh Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika. Tim Direktorat TPI yang hadir terdiri dari Analis Keimigrasian Ahli Madya Hendry Dermawan Simatupang, Ketua Tim Revitalisasi dan Koordinasi Darat Abdul Hasyim, Analis Keimigrasian Ahli Pertama Rofiqi Dita Hapsari, serta Pengolah Data Keimigrasian Direktorat Teknologi dan Informasi Keimigrasian Abdullah Muhaimin Hanafi.
Dalam pembahasan teknis disepakati rencana pemasangan masing masing dua unit autogate di Terminal Keberangkatan dan Terminal Kedatangan. Pada terminal keberangkatan, autogate akan ditempatkan dengan menyesuaikan salah satu konter pelayanan imigrasi yang sudah tersedia. Sementara untuk terminal kedatangan, tim masih melakukan kajian teknis guna menentukan titik pemasangan paling efektif berdasarkan alur pergerakan pelintas.
Peninjauan juga dilakukan terhadap kesiapan infrastruktur pendukung, meliputi ketersediaan daya listrik, jaringan internet, serta sistem keamanan perangkat. Kebutuhan teknis yang diidentifikasi antara lain pemasangan switch jaringan dan kabel ethernet, pengaman kelistrikan MCB 20 Ampere, serta empat unit komputer PC untuk mendukung operasional sistem.
Aplikasi All Indonesia merupakan platform digital terintegrasi yang mendukung proses pemeriksaan dan pencatatan data perlintasan secara elektronik. Melalui sistem ini, verifikasi dokumen perjalanan, validasi identitas pelintas, hingga pencatatan arus keluar masuk wilayah Indonesia dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan real time. Integrasi autogate dengan aplikasi tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean manual serta meminimalkan potensi kesalahan pencatatan.
Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh implementasi sistem tersebut dari sisi sarana dan prasarana.
“Rencana pemasangan autogate yang terintegrasi dengan aplikasi All Indonesia menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan lintas batas yang modern, cepat, dan akuntabel. Kami siap mendukung dari sisi sarana dan prasarana agar implementasi sistem ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Digitalisasi pelayanan keimigrasian di PLBN Motaain diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kecepatan pemeriksaan dokumen perjalanan, tetapi juga memperkuat pengawasan perlintasan orang di wilayah perbatasan. Langkah ini sekaligus mempertegas peran BNPP sebagai koordinator pengelolaan perbatasan dalam memastikan setiap PLBN berkembang sejalan dengan kebijakan nasional serta memperkuat citra kawasan perbatasan sebagai wajah depan Indonesia yang modern, tertib, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.





