Tembilahan (Outsiders) – Seekor buaya sepanjang 2,4 meter masuk ke kawasan permukiman warga di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (18/7/2026) dini hari. Reptil tersebut berhasil dijerat warga bersama personel Polsek Gaung sebelum akhirnya dievakuasi Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil ke penangkaran sementara.
Kemunculan buaya pertama kali diketahui warga sekitar pukul 00.30 WIB. Menyadari keberadaan satwa liar tersebut, warga segera menghubungi tetangga dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Gaung.
Sekitar 30 menit kemudian, warga bersama personel Polsek Gaung, Bripka Ronal, berupaya menangkap buaya menggunakan jerat. Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 01.30 WIB setelah buaya berhasil dilumpuhkan tanpa dilukai.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada DPKP Kabupaten Indragiri Hilir. Menindaklanjuti laporan tersebut, tujuh personel DPKP diberangkatkan dari Tembilahan menuju Kecamatan Gaung menggunakan speedboat.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Buaya yang telah diikat menggunakan tali dan ditutup matanya kemudian dievakuasi menuju Tembilahan.
Kepala DPKP Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy, mengatakan buaya tersebut telah ditempatkan di penangkaran sementara yang berada di kawasan Kantor DPKP Inhil, Jalan SKB Tembilahan.
“Tadi personel baru sampai sekitar pukul 14.30 WIB dari Kecamatan Gaung,” kata Junaidy.
Sebelum dimasukkan ke penangkaran, petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan pengukuran tubuh buaya.
“Hasil pengukuran menunjukkan panjang buaya mencapai 2,40 meter. Berdasarkan keterangan warga, kemungkinan buaya itu masuk ke permukiman karena mengincar ayam peliharaan. Lokasi permukiman memang tidak jauh dari aliran sungai,” jelasnya.
Junaidy mengapresiasi kesigapan warga dan personel Polsek Gaung yang berhasil menangkap buaya tanpa melukai satwa tersebut. Menurutnya, buaya merupakan satwa yang dilindungi sehingga penanganannya harus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya.
“Wilayah Inhil didominasi rawa dan sungai yang merupakan habitat alami buaya. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada. Jika menemukan buaya di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga, segera laporkan kepada DPKP agar dapat ditangani dengan aman,” ujarnya.





