Dari Puing hingga Pengungsian, TNI AL Percepat Pemulihan Pascabencana NTT

Manggarai (Outsiders) – Penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diarahkan pada pemulihan kehidupan masyarakat. TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan ratusan personel untuk menangani berbagai kebutuhan warga, mulai dari membersihkan puing bangunan, memberikan layanan kesehatan hingga memenuhi kebutuhan pengungsi.

Sebanyak 217 prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI AL diterjunkan ke wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Selasa (25/08/2026).

Satgas di bawah pimpinan Dansatgas Letkol Mar Achmad Muthohar membagi personel ke dua titik strategis. Sebanyak 162 prajurit ditempatkan di Poskout SDIK Kedindih, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo, sedangkan 55 personel berada di Poskotis Lapangan Dusun Waso, Desa Satar Kapas, Kecamatan Lambaleda.

Fokus penanganan tidak lagi sebatas merespons kondisi darurat, tetapi mulai diarahkan untuk membantu masyarakat memulihkan lingkungan dan aktivitas mereka setelah bencana.

Di kawasan permukiman Desa Wangkung, Tim Badak dan Tim Rajawali dikerahkan membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak. Pembersihan juga dilakukan di fasilitas pendidikan SDIK Wangkung agar lingkungan dapat kembali digunakan.

TNI AL memperkuat operasi tersebut dengan mengerahkan 10 kendaraan taktis dan operasional, termasuk kontainer kesehatan serta truk tangki air. Sejumlah alat berat juga diterjunkan, terdiri atas satu buldoser, satu ekskavator dan empat dump truck.

Kehadiran alat berat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pembersihan material bangunan yang rusak dan menumpuk di lokasi terdampak.

Pemulihan warga juga menyentuh aspek kesehatan. Tim kesehatan lapangan yang dipimpin Letkol Laut (K) drg. Puthut Kuncara Adi memberikan pelayanan pengobatan umum kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah bencana.

Sementara bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, Satgas menyalurkan bantuan untuk mendukung kebutuhan dasar. Tim Anoa yang dipimpin Kapten Mar M. Mukhlis BT mendistribusikan ratusan paket bantuan berupa field bed atau tempat tidur lapangan ke posko Kecamatan Waso.

Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan warga selama masih berada di lokasi pengungsian sekaligus mendukung operasional posko penampungan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama balita dan anak-anak. Satgas Gulbencal TNI AL merencanakan distribusi bantuan kebutuhan gizi balita ke Desa Mahima, Kecamatan Reo, serta Posko Pengungsian SMPN 1 Lambaleda.

Pada Rabu (26/08/2026), personel Satgas kembali difokuskan pada pembersihan sisa puing bangunan di sekitar Desa Wangkung, Kecamatan Reo.

Rangkaian penanganan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar bantuan logistik. Pembersihan lingkungan, pemulihan fasilitas, pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan kelompok rentan menjadi bagian penting agar masyarakat terdampak dapat berangsur kembali menjalani kehidupan secara normal.

Pos terkait