Pekanbaru (Outsiders) – Kepala Dinas PKH Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan penyaluran logistik tersebut bertujuan memastikan ketersediaan obat, vaksin, serta perlengkapan medis bagi petugas kesehatan hewan di lapangan.
“Distribusi obat-obatan, vaksin dan peralatan penunjang kesehatan hewan dilakukan untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan di daerah serta memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit hewan,” kata Mimi Yuliani Nazir, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan laporan distribusi Februari 2026, total logistik kesehatan hewan yang disalurkan mencapai 37.299 unit yang terdiri dari berbagai jenis obat, vaksin, vitamin serta peralatan medis veteriner.
Logistik tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah di Riau, di antaranya Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 1.510 unit, Indragiri Hulu 8.735 unit, Kampar 9.775 unit, Kuantan Singingi 3.171 unit, Rokan Hilir 4.450 unit, Siak 4.958 unit, Kota Dumai 505 unit, Kota Pekanbaru 2.814 unit, serta UPT IBT sebanyak 1.381 unit.
Untuk jenis vaksin, Dinas PKH Riau mendistribusikan beberapa vaksin penyakit strategis ternak. Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) disalurkan sebanyak 13.875 dosis ke berbagai daerah, antara lain Indragiri Hilir 500 dosis, Indragiri Hulu 4.000 dosis, Kampar 3.000 dosis, Kuantan Singingi 1.500 dosis, Rokan Hilir 1.900 dosis, Siak 2.000 dosis, Dumai 500 dosis, Pekanbaru 425 dosis, serta UPT IBT 50 dosis.
Selain itu, vaksin Jembrana sebanyak 5.700 dosis juga disalurkan ke sejumlah daerah, yakni Indragiri Hilir 500 dosis, Indragiri Hulu 500 dosis, Kampar 2.000 dosis, Kuantan Singingi 700 dosis, Rokan Hilir 1.250 dosis, Siak 400 dosis, Dumai 250 dosis, Pekanbaru 50 dosis dan UPT IBT 50 dosis.
Sementara vaksin rabies yang didistribusikan mencapai 1.750 dosis yang disalurkan ke Indragiri Hulu 250 dosis, Kampar 250 dosis, Kuantan Singingi 250 dosis, Rokan Hilir 500 dosis serta Siak 500 dosis.
Adapun vaksin Septicemia Epizootica (SE) disalurkan sebanyak 1.000 dosis, masing-masing 500 dosis untuk Kabupaten Indragiri Hulu dan Kampar.
Selain vaksin, berbagai obat-obatan dan perlengkapan medis juga turut disalurkan. Di antaranya antibiotik, antiparasit, analgesik atau antipiretik, multivitamin, vitamin injeksi serta berbagai alat medis seperti jarum suntik, needle, spuit hingga syringe.
Dinas PKH Riau juga menyalurkan perlengkapan penunjang lain seperti sarung tangan, masker, alkohol 95 persen, mineral blok untuk ternak hingga sejumlah obat hewan seperti Vet Oxy LA, Vetadryl, Ivomec dan Neo antiseptik.
Mimi menegaskan ketersediaan logistik kesehatan hewan sangat penting untuk menjaga kondisi ternak serta mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular yang berpotensi merugikan peternak.
“Dengan adanya distribusi ini diharapkan pelayanan kesehatan hewan di kabupaten dan kota dapat berjalan optimal serta mampu menjaga kesehatan ternak masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan distribusi logistik kesehatan hewan akan terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan daerah guna memastikan penanganan kesehatan hewan di Provinsi Riau tetap berjalan maksimal.






