Pemerintah Malaysia Evakuasi Sekitar 200 Warga dari Wilayah Konflik Timur Tengah

Ilustrasi (Rekayasa AI)

Sepang (Outsiders) – Pemerintah Malaysia meluncurkan operasi evakuasi bagi warga negaranya yang berada di kawasan konflik Asia Barat dengan mengirimkan pesawat khusus menuju Jeddah, Arab Saudi.

Dilaporkan Kantor Berita Bernama, Pesawat milik Malaysia Airlines tersebut diberangkatkan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pada Selasa (10/3/2026) pukul 16.10 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Jeddah pada pukul 20.50 waktu lokal. Pesawat tersebut selanjutnya akan kembali ke Malaysia pada malam hari dan diperkirakan tiba di KLIA pada Rabu (11/3/2026) siang.

Misi tersebut bertujuan mengevakuasi warga Malaysia yang sebelumnya berada di sejumlah lokasi di kawasan konflik, termasuk Suriah, Yordania, dan Qatar.

Rombongan yang akan dipulangkan diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang yang terdiri dari pelajar, wisatawan, serta jamaah umrah. Selain itu, terdapat lima warga Thailand yang merupakan anggota keluarga dari warga Malaysia yang turut ikut dalam penerbangan evakuasi tersebut.

Operasi evakuasi ini dilaksanakan atas arahan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang memerintahkan agar seluruh langkah segera diambil untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga Malaysia di kawasan terdampak konflik.

Koordinasi operasi dilakukan oleh Dewan Keamanan Nasional Malaysia bersama Kementerian Luar Negeri melalui jaringan perwakilan diplomatik Malaysia di negara negara terkait.

Ketegangan di kawasan Asia Barat meningkat sejak 28 Februari setelah serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan oleh Teheran terhadap kepentingan Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.

Pemerintah Malaysia berharap operasi evakuasi ini dapat memastikan keselamatan seluruh warga negara yang terdampak konflik serta memfasilitasi kepulangan mereka dengan aman ke tanah air.

Pos terkait