Jayapura (Outsiders) – Kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) menjadi perhatian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto. Ia turun langsung meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Jayapura, Papua, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Lucky meninjau kawasan Gerbang Timur PLBN Skouw untuk melihat kondisi lingkungan dan fasilitas pendukung di pintu perbatasan Indonesia-PNG.
Di hadapan jajaran pengelola PLBN dan sejumlah pejabat TNI, Lucky menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan. Menurutnya, keamanan wilayah perbatasan berkaitan langsung dengan upaya mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut perbatasan bukan sekadar garis pemisah antara dua negara. Kawasan tersebut merupakan beranda terdepan Indonesia yang mencerminkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.
Karena itu, koordinasi antara TNI, Polri, instansi pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kawasan.
Kunjungan Pangkogabwilhan III disambut Kepala PLBN Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih bersama jajaran pengelola. Sejumlah pejabat TNI juga hadir, di antaranya Dankodaeral X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto, Kepala Staf Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, dan Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho.
Hadir pula sejumlah pejabat Kogabwilhan III, jajaran Koops Habema, serta unsur TNI-Polri di wilayah Jayapura.
Ni Luh mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya dalam membangun koordinasi antara pengelola PLBN dengan unsur pertahanan dan keamanan.
“Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya PLBN Skouw. Sinergi antara pengelola PLBN dengan unsur TNI dan Polri sangat penting untuk memastikan kawasan perbatasan tetap aman, tertib, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Ni Luh.
Menurut dia, fungsi PLBN Skouw tidak sebatas pemeriksaan dokumen dan pelayanan perlintasan orang maupun barang. Kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pelayanan publik serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di perbatasan.
Sebagai salah satu pintu gerbang internasional Indonesia-PNG, PLBN Skouw menjadi tempat berlangsungnya aktivitas lintas batas dan interaksi masyarakat kedua negara.





