TNI AL Perkuat Ketahanan Wilayah Bahari di Batam Lewat Edukasi dan Aksi Bersih Pantai

Kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) Bahari Tahun Anggaran 2025 di sejumlah wilayah kerja Lantamal IV (Foto: Dok. Dispenal)

Batam (Outsiders) – TNI Angkatan Laut melalui Dispotmaral berkolaborasi dengan Dispotmar Lantamal IV Batam melaksanakan program Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) Bahari Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, sejak 30 Juli hingga 1 Agustus 2025, di wilayah kerja Lantamal IV Batam dan menyasar masyarakat pesisir sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional berbasis maritim.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, Bintahwil Bahari menyentuh tiga bidang penting, yakni demografi, kondisi sosial, dan pelestarian lingkungan. Di bidang demografi, TNI AL memberikan sosialisasi mengenai stunting, keluarga berencana, serta gaya hidup sehat. Tak hanya itu, pengobatan umum gratis juga disediakan bagi warga pesisir yang membutuhkan.

Sementara itu, di bidang sosial, masyarakat dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba, ancaman radikalisme, serta pentingnya bela negara. Seluruh kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Bahari Nusantara (KBN) Lantamal IV di Kampung Tua Bakau Serip, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Waaspotmar Kasal Brigjen TNI Marinir Werijon.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan Program Laut Bersih (Prolasih) serta penanaman mangrove secara simbolis di Pantai Tanjung Uma. Sebanyak 250 peserta dari unsur TNI AL, relawan, mahasiswa, pramuka, komunitas lingkungan, dan warga setempat bergotong royong membersihkan pesisir dari sampah.

Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, menyatakan bahwa Bintahwil Bahari merupakan wujud kepedulian TNI AL terhadap keberlanjutan lingkungan laut. “Kegiatan ini tidak hanya menjaga kebersihan pantai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa laut adalah aset strategis bangsa yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Waaspotmar Kasal Brigjen TNI Mar Werijon menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dalam mendukung program ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi menjaga lingkungan laut demi mencegah krisis ekologis dan dampak perubahan iklim.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menambahkan bahwa tugas prajurit Jalasena tidak hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga membina potensi maritim di setiap wilayah demi memperkuat pertahanan negara secara menyeluruh.

Pos terkait