Makna Tantiem, antara imbalan bisnis dan makna sosial

Ilustrasi: ImageFX

Pada beberapa pidatonya, Presiden Prabowo pernah mengucapkan istilah “Tantiem”. Apa sebenarnya arti dan makna tantiem tersebut?

Dalam dunia bisnis dan keuangan, istilah tantiem mungkin tidak sepopuler kata bonus atau dividen. Namun, keberadaannya memiliki arti penting karena merepresentasikan hubungan antara kinerja perusahaan dengan penghargaan yang diterima para pengelolanya. Secara etimologis, kata ini diserap dari bahasa Belanda tantième atau Jerman Tantieme yang berarti bagian dari keuntungan atau persentase tertentu yang diberikan kepada pihak tertentu. Dalam bahasa Indonesia, makna tersebut dipertahankan dan dipertegas melalui definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada direksi, komisaris, atau pemegang saham di luar gaji dan dividen.

Bacaan Lainnya

Tantiem bukanlah hak tetap, melainkan bentuk penghargaan yang sifatnya kondisional. Artinya, jika perusahaan mengalami keuntungan, maka tantiem dapat diberikan, tetapi jika perusahaan merugi, pemberian tantiem bisa saja ditiadakan. Hal ini membedakan tantiem dari gaji yang bersifat pasti, ataupun dividen yang diberikan kepada seluruh pemegang saham berdasarkan proporsi kepemilikan. Dengan kata lain, tantiem adalah insentif yang mengikat kinerja, keberhasilan manajemen, dan pencapaian target finansial.

Dalam praktiknya, tantiem biasanya diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keputusan tersebut melibatkan perhitungan laba bersih perusahaan, proyeksi pengembangan bisnis, serta kebutuhan reinvestasi. Bagi direksi dan komisaris, tantiem bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan simbol pengakuan atas kontribusi mereka dalam mengelola perusahaan. Karena itulah, tantiem sering kali dipandang sebagai bentuk apresiasi yang mampu mendorong semangat kerja dan loyalitas terhadap perusahaan.

Lebih jauh lagi, penggunaan kata tantiem tidak terbatas pada ranah korporasi. Dalam bahasa sehari-hari, istilah ini kadang digunakan secara kiasan untuk menyebut imbalan tambahan atas suatu usaha atau prestasi. Misalnya, seorang seniman bisa menyebut penghargaan yang diterimanya sebagai tantiem dari dedikasinya di dunia seni. Demikian pula, bonus akhir tahun dalam sebuah perusahaan kecil bisa dianggap sebagai tantiem atas keberhasilan kolektif karyawan mencapai target. Dengan demikian, makna tantiem meluas dari sekadar istilah finansial menjadi simbol dari sebuah penghargaan, baik dalam skala personal maupun sosial.

Contoh penggunaannya bisa kita lihat dalam kalimat:

  1. Direksi perusahaan mendapat tantiem setelah laba bersih tahun ini meningkat dua kali lipat
  2. Hadiah itu baginya merupakan tantiem atas perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.

Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bagaimana kata tantiem dapat mengandung makna formal dalam bisnis sekaligus makna metaforis dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait