Bangkok (Outisders) – Mantan Wakil Komandan Wilayah Angkatan Darat Kedua Thailand, Letnan Jenderal Purnawirawan Kanok Netrawatthanasena, memperkirakan kemungkinan terjadinya bentrokan ketiga antara pasukan Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Kanok kepada media, Selasa (28/01/2026), di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan perbatasan Thailand dan Kamboja. Ia menilai pembangunan parit dan bunker di sejumlah titik menunjukkan adanya kesiapan pertahanan yang berpotensi memicu konfrontasi lanjutan.
Menurut Kanok, parit yang terlihat di beberapa lokasi diduga merupakan bagian awal dari garis pertahanan, sementara bunker yang masih dalam tahap pembangunan nantinya akan difungsikan sebagai perlindungan dari tembakan lawan. Ia menilai kondisi ini mencerminkan situasi yang belum stabil.
Kanok menyebut bentrokan sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah perbatasan yang disengketakan, antara lain Chong An Ma, Bukit 677, dan kawasan sekitar Kuil Ta Muen Thom. Ia mengatakan selama tidak ada penarikan pasukan atau upaya nyata untuk meredakan ketegangan, potensi insiden baru masih terbuka.
Ia juga menyinggung latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Kamboja yang kembali digelar setelah sempat terhenti, serta pengaruh kepentingan negara besar seperti Amerika Serikat dan China terhadap dinamika keamanan kawasan.
Kanok mendorong pemerintahan Thailand yang akan terbentuk setelah 8 Februari 2026 untuk memahami secara mendalam situasi perbatasan dan memastikan kesiapan militer dalam menjaga pertahanan nasional.
Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja sebelumnya sempat diredakan melalui sejumlah upaya diplomasi, termasuk kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan negara-negara ASEAN pada pertengahan 2025.





