Mengapa Kucing Jantan Tidak Betah di Rumah? Ini Penjelasannya

Ilustrasi: ImageFX

Kucing jantan, khususnya yang belum disteril (belum dikebiri), memang sering kali menunjukkan perilaku “gelisah” atau cenderung tidak betah berada di dalam rumah. Mereka lebih suka berkeliaran, memanjat, menandai wilayah, atau bahkan pergi jauh selama berhari-hari. Apa penyebabnya?

Pekanbaru (Outsiders) – Secara alami, kucing jantan memiliki naluri untuk mencari betina, terutama ketika ada kucing betina di sekitar yang sedang birahi (estrus). Naluri ini sangat kuat dan bisa membuat kucing jantan stres jika terkurung di rumah. Mereka akan berusaha keluar untuk mencari pasangan, sering kali dengan mengeong keras, mencakar pintu, atau bahkan melarikan diri.

Bacaan Lainnya

Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), perilaku ini sangat umum terjadi pada kucing jantan, khusus yang tidak dikebiri, dan menjadi alasan utama dilakukan sterilisasi untuk mengontrol populasi dan perilaku.

Penelitian dari Applied Animal Behaviour Science (2004) menunjukkan bahwa wilayah jelajah kucing jantan bisa mencapai radius 500 meter hingga lebih dari 1 kilometer dari rumah, terutama jika tidak disterilkan.

Mereka menandai wilayah dengan menyemprotkan urin (spraying) dan akan merasa tidak puas jika tidak bisa melakukan penjelajahan tersebut.

Jika rumah tidak menyediakan cukup stimulasi seperti mainan, tempat panjat, interaksi dengan manusia, atau jendela untuk melihat keluar, kucing akan mudah bosan. Kebosanan bisa memicu perilaku destruktif, stres, atau keinginan kuat untuk keluar rumah.

Menurut The Humane Society, kucing indoor tetap membutuhkan “enrichment” harian agar mental dan fisiknya tetap aktif. Kucing jantan yang aktif secara alami akan lebih cepat gelisah bila lingkungan rumah monoton.

Kucing adalah predator alami, dan kucing jantan cenderung memiliki insting berburu dan bersaing yang lebih kuat. Mereka lebih suka mengejar mangsa, bertarung dengan jantan lain, atau menjelajahi daerah baru. Jika lingkungan rumah terlalu “tertutup”, naluri ini terhambat.

Dalam jangka panjang, perilaku ini bisa membuat kucing jantan tampak “tidak betah” dan selalu berusaha kabur.

Hormon testosteron memengaruhi banyak perilaku kucing jantan, agresivitas, dominasi, nafsu kawin, dan keinginan menjelajah. Kucing yang sudah dikebiri cenderung lebih tenang, lebih “rumahan”, dan tidak terlalu terdorong untuk keluar rumah. Sterilisasi terbukti bisa mengurangi hingga 90% perilaku keluyuran.

Pos terkait