Secara umum, ayam adalah salah satu sumber protein hewani yang paling banyak diberikan kepada kucing peliharaan. Namun, tidak semua kucing menyukainya. Beberapa pemilik kucing melaporkan bahwa hewan kesayangan mereka menolak makan ayam, baik dalam bentuk mentah, matang, atau dalam makanan olahan. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Pekbanbaru (Outsiders) – Seperti manusia, kucing juga memiliki preferensi makanan yang unik. Menurut American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), preferensi ini bisa terbentuk sejak usia dini. Anak kucing yang tidak diperkenalkan dengan daging ayam selama masa penyapihan (sekitar usia 4–12 minggu) cenderung tidak menyukainya ketika dewasa. Ini disebut dengan flavor imprinting, kecenderungan kucing untuk menyukai rasa dan aroma yang dikenalnya sejak kecil.
Kucing adalah pemakan daging (obligate carnivore), tetapi tekstur dan cara pengolahan daging ayam bisa memengaruhi selera mereka. Ayam yang direbus tanpa bumbu umumnya disukai karena lembut dan mudah dikunyah. Namun, jika ayam terlalu keras, berserat, berminyak, atau dibumbui, sebagian kucing akan menolaknya. University of Illinois College of Veterinary Medicine menjelaskan bahwa beberapa kucing sensitif terhadap bau atau tekstur tertentu yang membuat mereka kehilangan selera makan.
Meski tergolong jarang, beberapa kucing bisa mengalami alergi terhadap protein ayam. Alergi makanan pada kucing bisa memicu reaksi seperti muntah, diare, gatal-gatal, atau masalah pencernaan. Kucing yang mengalami reaksi tidak nyaman setelah mengonsumsi ayam bisa mengasosiasikan rasa tidak enak itu dengan sumber makanannya, lalu menolaknya di kemudian hari.
Menurut jurnal Veterinary Dermatology (2015), ayam termasuk salah satu sumber alergen paling umum pada kucing, bersama sapi, ikan, dan produk susu.
Kucing yang sedang tidak sehat, mengalami sakit gigi, gangguan pencernaan, atau penyakit hati atau ginjal bisa menjadi sangat selektif terhadap makanan. Jika kucing tiba-tiba berhenti menyukai ayam padahal sebelumnya suka, bisa jadi ini merupakan gejala awal masalah kesehatan. Dalam kasus ini, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan.
Kondisi lingkungan saat makan juga bisa memengaruhi nafsu makan kucing. Jika kucing sedang stres, misalnya karena ada hewan baru, suara keras, atau perubahan rutinitas, ia bisa menolak makan termasuk ayam. Penelitian dari Royal Society Open Science (2020) menunjukkan bahwa kucing sangat peka terhadap perubahan lingkungan, yang bisa berdampak langsung pada pola makan.
Ketidaksukaan kucing terhadap ayam bisa disebabkan oleh faktor bawaan (preferensi rasa), pengalaman masa kecil, cara pengolahan makanan, alergi, gangguan kesehatan, atau stres lingkungan. Untuk memastikan penyebab pastinya, amati perilaku kucing dan konsultasikan dengan dokter hewan, terutama jika perubahan nafsu makan terjadi mendadak atau disertai gejala lain.
Jika ayam bukan pilihan yang disukai, pemilik bisa mencoba alternatif protein seperti ikan, daging sapi, atau makanan khusus kucing yang diformulasikan secara lengkap dan seimbang.





