Pemprov Riau Revitalisasi Pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu

Desa Tasik Serai - Giam Siak Kecil

Pekanbaru (Outsiders) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menghidupkan kembali kelembagaan pengelolaan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu (GSK-BB) setelah sempat vakum sejak 2019. Revitalisasi dilakukan melalui pembentukan Forum Koordinasi dan Komunikasi Pengelolaan GSK-BB yang ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 765/VIII/2025.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, menyebutkan forum ini bertugas menyinergikan pengelolaan kawasan konservasi sesuai kewenangan berbagai instansi dan pemangku kepentingan. “Kelembagaan ini aktif sejak 2010 hingga 2019, lalu terhenti karena pandemi dan perubahan struktur Pemprov. Namun konsolidasi dengan Kementerian Kehutanan tetap berjalan,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Kantor Bappeda Riau, Rabu (17/9/2025).

Sejak ditetapkan UNESCO pada 2009, kawasan GSK-BB terus mengalami dinamika. Laporan International Coordinating Council of The Man and Biosphere Program 2023 mencatat jumlah penduduk di sekitar kawasan meningkat menjadi 120.904 jiwa dari sebelumnya 40.000 jiwa, dipicu oleh perluasan perkebunan sawit dan hutan tanaman industri.

Kepala Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan (P2SEMH), Dodi Sumardi, mengatakan pihaknya bersama International Tropical Timber Organization (ITTO) mendukung forum ini melalui program peningkatan manajemen lanskap. “Kami mendorong Management Coordination Body (MCB) GSK-BB agar lebih optimal, termasuk menyiapkan database untuk perencanaan dan monitoring,” katanya.

Selain itu, program pembangunan demplot dan pelatihan teknis bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) juga akan dijalankan. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan keterampilan petani dalam mengembangkan hasil hutan bukan kayu serta memperkuat sumber pendapatan masyarakat.

Pos terkait