Kaltara (Outsiders) – Rencana pembangunan jalan Krayan–Malinau di Kalimantan Utara ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Namun, pelaksanaannya diperkirakan berlangsung bertahap dengan mempertimbangkan perencanaan dan kesiapan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau jalan Krayan–Malinau dan Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Krayan Lembudud, Jumat (23/10/2026).
“Sudah banyak hal yang direncanakan oleh Presiden, terutama pembangunan jalan di wilayah Kalimantan Utara. Mudah-mudahan segera direalisasikan tahun depan,” kata Maruli.
Ia mengatakan pembangunan yang direncanakan sekaligus tetap perlu mempertimbangkan tahapan pelaksanaan.
“Rencananya mungkin ingin dilaksanakan sekaligus, tetapi pelaksanaannya tetap harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Peninjauan jalan Krayan–Malinau dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Namun, informasi mengenai panjang ruas yang akan dibangun, nilai anggaran, dan jadwal pengerjaan belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.
Selain infrastruktur jalan, Maruli meninjau Pamtas Krayan Lembudud untuk melihat kondisi kawasan perbatasan. Ia menilai kerja sama TNI dan BNPPDT diperlukan dalam pengelolaan wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
“Setelah saya turun ke lapangan, saya melihat bahwa kebersamaan dalam menjalankan tugas antara TNI dan BNPPDT sangat diperlukan,” katanya.
Pembangunan jalan di wilayah tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang. Meski demikian, realisasi manfaat tersebut bergantung pada pelaksanaan pembangunan dan kondisi infrastruktur yang tersedia.
Dalam kunjungan kerja di Kalimantan Utara, Maruli juga mendatangi Markas Komando Pusat Latihan Tempur TNI di Kabupaten Nunukan. Sebelumnya, ia mengunjungi Pulau Miangas, Sulawesi Utara, dan dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Rote, Nusa Tenggara Timur.





