Jakarta (Outsiders) – “Riau memiliki potensi besar dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, hingga minyak dan gas bumi. Potensi ini bisa diberdayakan untuk meningkatkan pendapatan negara, bukan sekadar mengandalkan dana transfer,” demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi saat menghadiri pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa kemarin (7/10/2025).
Sejumlah kepala daerah yang hadir juga menyampaikan pandangan terkait kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Namun, Pemerintah Provinsi Riau memilih untuk menekankan potensi daerah sebagai alternatif penguatan fiskal nasional.
Syahrial mencontohkan, Riau merupakan salah satu daerah dengan kebun kelapa terluas di Indonesia. Selain itu, potensi minyak dan gas di wilayah ini juga masih terus ditemukan, meski perlu pengelolaan yang lebih transparan.
“Untuk sektor Migas, kami mendorong agar Participating Interest (PI) bisa diperhitungkan secara adil antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan BUMD penerima PI. Dengan tata kelola yang baik, kontribusi daerah terhadap pendapatan negara akan meningkat,” jelasnya.
Syahrial menambahkan, Riau membangun optimisme baru bahwa kekayaan alam yang dimiliki masih sangat potensial untuk digerakkan menjadi kekuatan ekonomi nasional.
“Tujuan kami bukan semata-mata meminta tambahan dana pusat, tetapi menawarkan langkah nyata untuk memperkuat ekonomi nasional melalui optimalisasi potensi daerah,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Menteri Keuangan dijadwalkan akan bertemu dengan Gubernur Riau beserta para bupati dan wali kota di provinsi ini untuk membahas tindak lanjut sinergi keuangan pusat dan daerah.
“Pekan depan direncanakan ada pertemuan lanjutan antara Pak Gubernur, para kepala daerah kabupaten/kota, dan Pak Menteri Keuangan,” tambah Syahrial.






